Jumat, 09 Februari 2018

LELAKI TERBAIK YANG PERNAH KUKENAL

adalah Abang yang kukejar sampai pinggir jalan, yang kuberikan beberapa buah permen kepadanya sebelum dia menaiki bis yang akan mengantarnya ke kota untuk menuntut ilmu. Uang jajanku hanya cukup membeli permen, sebagai imbalan karena Abang telah menghadiahiku gelang, gelang pertama yang pernah kumiliki sebelum masuk Taman Kanak-Kanak, sampai sekarang dia masih sering membelikan gelang jika dia mengunjungi kota-kota lainnya menghadiri pelatihan ini pelatihan itu... adalah Abang yang kalau jalan agak pincang, remajanya hampir cacat karena jatuh dari pohon, mungkin bentuk frustasinya akan tingginya ekspektasi orang-orang dewasa di sekitarnya, itu hanya dugaanku karena saya belum lahir... adalah Abang yang tiap hari mendidik telingaku dengan puluhan koleksi lagu Iwan Fals yang mengalun dari radio tapenya... adalah Abang yang membuat Mak menangis ketika mendengar kabar anaknya diamankan oleh polisi karena orasi di jalan... adalah Abang yang membuatku penasaran akan novel Bumi Manusia karena bikin penulisnya sendiri dipenjara... adalah Abang yang membuat kagum seorang wanita seperjuangannya, wanita yang mencintainya dan memilihnya sebagai suami... adalah Abang yang merelakan istrinya bekerja dan berkarir karena dia sadar istrinya dibutuhkan oleh masyarakat, tak peduli pandangan negatif dari kerabat tentang keputusannya tersebut... adalah Abang yang lebih sering baca buku bersama istrinya daripada merayu atau menggodanya... adalah Abang yang menangis ketika putrinya harus diopname karena sakit... adalah Abang yang mempersiapkan putrinya menghadapi lingkungan patrilineal yang kejam... adalah Abang yang selalu cerita tentang cerpen dan komik bikinan putrinya... adalah Abang yang kalau bikin kopi, pahitnya setengah mati karena takarannya setengah gelas... masih banyak lagi, tak bisa menjabarkannya satu-satu, terima kasih untuk semua it.