Rabu, 24 Desember 2014

MORRIS GLEITZMAN

Seorang teman memberi beberapa buku lucu karangan Morris Gleitzman, seorang penulis buku anak-anak dari Australia. Berikut review singkatnya.




BLABBER MOUTH / MULUT EMBER
Ro adalah seorang gadis cilik yang tak pernah mengatakan kata sepatahpun padahal bagi Ayahnya dia adalah anak paling bawel seAustralia. Ya, Ro bisu sejak lahir. Ro justru punya kepala yang ramai akan percakapan-percakapan imajinernya, dia bisa berbicara dengan mendiang ibu dan mendiang sahabatnya, dengan Ayahnya, bahkan dengan perutnya sendiri. Ro mengalami kesulitan bergaul di lingkungan barunya. Sekolah Luar Biasa, sekolah lamanya ditutup menjadikan mereka harus pindah ke tempat baru. Ro bisa mengatasi keterbatasan berkomunikasinya, itu bukan masalah besar. Masalah bagi Ro justru adalah orang dewasa yang hidup dengannya, yaitu Ayahnya sendiri, seorang lelaki penggila musik country yang selalu berkostum koboy, Ro selalu ingin sembunyi, malu, gara-gara keramahan Ayahnya yang mengganggu orang-orang yang baru dikenalnya.

Favorit : Ketika Ro harus menginap di rumah temannya karena Ayahnya hilang, dia diam-diam menangis sebelum tidur malam kemudian tidur dan dia merasa baikan sepaginya. ‘’Kurasa kalau orang-orang bisa lebih banyak menangis dan tidur, kebutuhan aspirin dan minuman keras di seluruh dunia bakal turun separonya.” 


STICKY BEAK / KAKAKTUA CEREWET
Ro menyelamatkan seekor kakaktua yang disiksa oleh pemiliknya, teman sekelasnya yang selalu bikin masalah, Darryn Peck. Dengan menyayangi hewan malang tersebut, Ro akhirnya tahu mengapa dia menumpahkan puding spesial di pesta perpisahan dengan gurunya, Ms Dunning yang sebentar lagi akan menjadi ibu, wanita yang sama, yang menyebabkan Ayahnya menghilang waktu itu. Sementara Ayahnya sibuk menyiapkan segala hal untuk anggota keluarga baru mereka nanti, Ro merasa agak diabaikan. Belum lahir saja, adiknya sudah menyita perhatian Ayahnya, apalagi kalau sudah lahir, apalagi kalau nanti ternyata adiknya normal, tak bisu seperti dirinya…

Favorit : Aku menjelaskan bahwa kalau kakaktua itu boleh tinggal bersama kami, aku akan memberinya makan, merawatnya, dan mengajarinya ke kamar mandi.
“Boleh ya, boleh ya, boleh ya, boleh ya, boleh ya,” pintaku sampai tanganku pegal.
   

BOY OVERBOARD / BOCAH LINTAS BATAS
Saya berterusterang, ingin menangis membaca novel ini. Bagaimana seorang anak bernama Jamal tidak kehilangan masa-masa bermainnya, kejenakaan khas anak-anak tak terenggut darinya, padahal dia hidup di Afganistan, sedang dalam keadaan konflik berkepanjangan. Jamal sangat menyukai sepakbola, begitupun dengan adik perempuannya, Bibi. Masalahnya, di negaranya perempuan punya ruang kreatifitas yang terbatas termasuk dalam olahraga ini. Sementara itu, sekolah ilegal yang didirikan orangtua mereka terendus pemerintah setempat, hidup mereka terancam. Mereka terpaksa meninggalkan negara tersebut, tanah kelahiran mereka walau lebih tepatnya mereka membayar, untuk diselundupkan ke negara lain, Australia.

Favorit : Jamal menyadari bahwa akhirnya dia adalah salah satu anak yang menjadi yatim-piatu di pengungsian. Walau bersama Bibi, dia tetap merasa sedih dan sendiri, tapi dia punya tekad punya masa depan cerah. Saya suka sekali kalimat yang menggambarkan optimisnya, “Aku punya rencana. Aku akan menangis dua jam sehari dan sisanya jadi penduduk Australia yang produktif dan ceria.



PUPPY FAT / GENDUT IMUT
Ditemani sahabat baiknya Tracy, Keith menyusup ke rumah mendiang Mr. Mellish. Keith ingin mengetahui apakah penyebab utama kematian tetangganya tersebut, yang hanya tinggal sendirian saja di rumahnya. Dia ingin membuktikan bahwa kesepian bisa berdampak seburuk itu, ketakutan yang menghampirinya selepas orang tuanya berpisah. Dia cemas hal serupa akan terjadi pula pada orang tuanya, namun yang menjadi hal yang lebih dikhawatirkannya adalah penampilan orang tuanya yang membosankan sehingga tidak ada yang tertarik untuk mengencani mereka, kalau tetap demikian maka mereka akan tetap kesepian. 

Favorit : ‘’Kau tahu apa yang selalu ingin kulakukan waktu liburan?” kata Bibi Bev.
“Pergi ke Nepal?’’ tebak Keith.
“Menghabiskan dua minggu dengan perut normal seperti perut ayahmu dan rambut nyaman seperti rambut ibumu,’’ kata Bibi Bev.



BELLY FLOP / ASAL LONCAT
Mitch punya malaikat pelindung bernama Doug. Masalahnya adalah hanya Mitch seorang yang percaya bahwa Doug benar-benar ada. Padahal keluarganya sedang dalam masalah, paceklik yang panjang ini membuat bank harus menyita banyak tanah tetangganya dan itu akan membuat tetangganya marah kepada Ayahnya yang bertugas di bank tersebu. Semua orang benci kepada keluarganya. Mitch berharap Doug tetap membantunya walau semua orang mencemoohnya dan menganggap malaikat itu hanya omong kosong belaka, karena Doug harus membantunya dengan mendatangkan air agar dia bisa jadi atlet loncat indah, dengan begitu keluarganya tidak akan dibenci lagi.

Favorit : Lihat Dad. Dia begitu tertekan hingga dasinya terjepit pintu lemari es. Sekarang Dad memelototi pintu lemari es seolah-olah bermaksud menulis laporan tentang benda itu.



SECOND CHILDHOOD / COBA LAGI
Untuk memperbaiki nilainya, Mark, Pino, Annie, Rufus diharuskan membuat surat seolah mereka seorang tokoh/orang terkenal. Bagaimana caranya mereka membuat dirinya tokoh terkenal jika menjadi orang terkenal di sekolah pun mereka tidak bisa. Dari sinilah muncullah ide untuk mencari siapakah mereka pada kehidupan mereka sebelumnya, reinkarnasi. Awalnya mereka bahagia, tapi mereka akhirnya menemukan bahwa tokoh-tokoh tersebut juga meruapakan penyebab malapetaka, seperti halnya Pino yang kecewa setelah tahu dirinyalah penemu prinsip fisika nuklir yang digunakan untuk membuat bom, si jenius Einstein. Anak-anak ini merasa sangat bersalah dan harus minta maaf dengan apa yang telah mereka lakukan pada kehidupan mereka yang sebelumnya.

Favorit : Pada buku yang dibeli Mark dari peramal mengatakan bahwa alat yang digunakan untuk hipnotis diri-sendiri adalah sendok.
Buku Smalley bilang gunakan sendok, namun kenapa bukan garpu atau pisau? Itulah masalahnya dengan orang-orang yang menulis buku, pikir Rufus, mereka merasa tahu segalanya. 




Trims to Melao Kamisama :)