Minggu, 01 Juli 2012

suami

Cover Album BARANG ANTIK


Semoga anak muda zaman sekarang---pengagum Britney Spears atau Lady Gaga,tak lantas mencap selera musikmu terlalu "Oldies" atau malah menganggapmu "aneh". Tapi bagiku Dylan emang jauh lebih Highclass dibanding Gaga.

Begitu komentar teman, tentang selera musikku. Oldies atau modern itu pendapat orang lain karena 'oldies' atau 'modern' hanya batas waktu, musik bukan soal zaman tapi soal selera. Saya tak bisa berbuat apa-apa jika memang harus 'meriah' sendiri dengan seleraku sendiri yang jarang sama dengan orang lain, pun saya tak bisa berbuat apa-apa dengan selera SIPUT yang menurutnya 'ababil', atau mengenai ACCILONG yang maniak boyband/girlband Korea. Tak masalah, toh sampai sekarang kami masih berteman baik.


Oldies, aneh, itu kata orang. Kalau kataku, saya tak pernah mendengar musik seberkualitas musik tahun 1960an.

Dari kecil, bahkan (mungkin) bayi, dua orang kakak laki-lakiku yang bertanggungjawab mendidik selera musikku. Mereka fanatik Iwan Fals, setiap hari rumah kami tumpah akan celotehan Iwan Fals. Maka, ketika seorang teman (mungkin gila musik pop modern) bertanya, "Kau suka Iwan Fals?", seolah heran, saya yang seumuran dengannya mengapa menyukai karya orang yang sudah menjadi orang tua sekarang.

Saya justru malah balik heran, bagiku orang Indonesia macam apa jika tak tahu Iwan Fals, atau bisa kucurigai dia bukanlah WNI.

Maka SIPUT menimpali "Duh, Naya itu mau dijadikan istri keduanya Iwan Fals dia juga mau!" Saya tersenyum, yah mungkin Iwan Fals telah terlanjur menjadi suami bagi telinga saya.