Rabu, 03 April 2013

PARASITAMOL

Seminggu menipu tenggorokan dengan air es, seminggu menipu badan dengan cuaca buatan kipas angin. Akhirnya fisik ngambek, ambruk tak bisa kemana-mana, tahanan di tempat tidur sendiri. Terima kasih Paracetamol, mungkin  sebenarnya namamu Parasitamol, kalian kubiarkan hidup sementara ini di tubuhku, mengusir demam yang pergi-datang.

Tapi ketika sakit begini, justru yang paling nyaman adalah sentuhan telapak tangan ibu sendiri di kening. Mungkin karena derajatnya tak pakek celcius, pengukur suhunya pakek hati. :D