Kamis, 01 November 2012

PONI

sumpah, ini bukan saya!
Rasanya lucu saja, setahunan kemarin sampe sekarang trend jilbab jadi aneh bagi saya. Jilbab konde, dan akhir tahun lalu dengan jilbab poni. Apa pula, walau sebenarnya baru beberapa bulan lalu tahu kalau “oo, itu namanya jilbab poni!” Saya teringat dengan penampilan NASIDA RIA, grup kasidah jadul yang sering diputar videonya di TVRI, tak ada fashion yang kuno atau benar-benar ketinggalan jaman. Seorang teman pernah sampai bilang "Pakaianmu yang sekarang jangan dibuang, simpan baik-baik karena cucumu kelak akan memakainya sebagai trend."

Tak ada maksud mencela, hanya menertawai diri yang tak tahu mode ini, dari jaman SMP ampe sekarang model jilbabnya itu-itu terus. Setiap orang punya pendapat dan kesenangannya sendiri-sendiri, dan saya sudah nyaman dengan gaya konvensional saya. Untuk sekarang saya tak perlu dandan dengan jilbab poni untuk keliling Makassar untuk memperpanjang fungsi dompet pribadiku, supaya tidak ngutang terus, supaya tidak jadi pengemis depan orang tua melulu.

Kembali, sinar matahari adalah teman terbaik perjalanan hidup kali ini. Serasa monyet kota, bergelantungan sana-sini menyusuri belantara kota. Jadwal tidur kembali dijarah tugas-tugas, merecap hasil survey dan tempat terbaik untuk mencicil ngantuk adalah di pete-pete. Dan sialnya, tugas-tugasku sepertinya malah lebih berat daripada pejabat-pejabat, betis tambah sekuat besi karena mampir antar RT-RW. Gila, dimana bisa mendapatkan peta dengan detail RT? Satelit saja ogah bikinnya.

Hahaha, kerjaku ngeluh terus yah? Baiklah, ransel dan peta ala kadarnya sudah ada. Tinggal…. Doraaaaaa, pinjamkan aku ponimu!