Senin, 11 Agustus 2014

PENGAKUAN MASHANDA

Setelah membuat beberapa video, kali ini saya membuat pengakuan tertulis.

Tidak perlu menjadi orang dewasa untuk memahani anak-anak, orang dewasa hanya peduli pada lucu atau tidaknya anak itu. Hanya anak-anak yang mengerti anak-anak. Saya sering bertengkar dengan anak-anak yang saya temui karena saya menganggap pendapat mereka pentingg, bukan seperti orang dewasa yang selalu bilang kalau “ah, sudahlah, dia kan hanya anak kecil!”

Bahkan dari penglihatanku, orang dewasa yang dipandang pendapatnya itu, kalau bukan sekolahnya tinggi, ataukah kaya, ataukah punya jabatan, tapi kebanyakan orang dewasa baru dimintai pendapatnya jika sudah menikah. Ini sangat tidak adil terutama bagi anak-anak.

Oprah Winfrey belum pernah menikah tapi dia sudah berbuat banyak kebaikan. Kebaikanlah yang membuatnya didengar, kebaikanlah yang membuatnya punya banyak keluarga, bukan dari hubungan darah ataupun perkawinan. Apa-apaan ini, saya malah menjadi anak yang antifamily. Meski demikian, saya selalu menangis jika menonton, atau mendengar kisah keluarga yang mengharukan, karena kata orang itu sudahduah naluri pemberian tuhan, jadi begitulah, saya melawan naluri pemberian tuhan (???)

Tulisan macam apa ini, tidak menginspirasi, hanya tumpahan keegoisan semata.



*Mashanda, tanpa huruf R. Masha? Masha yang ditemani beruang itu? Bisa jadi….