Jumat, 23 September 2016

The Lumineers - Cleopatra*

"jangan sampai telat ngantor"
"cepatcepatlah sarjana"
"segerakan menikah"
"kapan punya anak, tunggu apa lagi?"


*sepertinya hanya maut yang datang tepat waktu

Sabtu, 02 Juli 2016

2 Juli 2016

Ndak mudik, semakin hari tidak suka ngumpul, tidak suka ramai... Saya pernah nangis waktu kecil di halaman rumah Paman yang sedang hajatan rumah baru, saya kemudian diungsikan ke rumah tetangganya. Semua orang bertanya tentang itu...

Mat lebaran, buat kau yang tidak rindu pulang...

Selasa, 24 Mei 2016

24 Mei 2016

The Loster



Sebuah kota, mengelompokkan warganya ke dalam empat buah kelompok besar. Yang sedang berusaha mencari pasangan di tempatkan di hotel, yang sudah mendapatkan pasangan akan mendapatkan hadiah dari hotel, dan setelah melalui tahap itu mereka dibebaskan hidup di kota, tentu saja dengan pengawasan keamanan setempat, setiap orang dewasa harus punya pasangan. Yang memilih jalan hidup melajang, pemberontak, hidup terasing di dalam hutan.

Di saat kita jatuh cinta atau tertarik kepada seseorang, kita hanya melibatkan perasaan. Tapi di sebuah distopia, di film ini, bagaimana jika cinta itu sebuah aturan. Perempuan yang gampang mimisan mencari pasangan yang harus serasi dengannya, lelaki yang gampang mimisan juga. Kelompok yang tengah mencari pasangan, tiap hari harus berburu, membunuh para lajang yang berkeliaran di hutan agar pihak hotel memberi mereka tambahan waktu untuk tinggal di hotel karena jika waktunya habis, yang bersangkutan akan diubah menjadi hewan, carilah pasangan Anda dalam wujud makhluk lainnya...

Barangkali benar, cinta hanya tipu daya alam agar kita terus berkembangbiak.









Our Little Sister (Umimachi Diary) 




Sachi, Chika, dan Yoshino adalah kakak beradik yang tinggal di sebuah rumah kuno peninggalan mendiang kakek-nenek mereka. Ibu dan ayahnya telah menikah kembali dan meninggalkan mereka ketika yang paling bungsu masih kecil. Sampai suatu hari datang sebuah kabar bahwa ayah mereka meninggal.

Awalnya Sachi enggan untuk ikut dalam acara duka ayahnya, yang bertempat di rumah istrinya yang lain. Sachi masih punya perasaan benci kepada Ayahnya yang telah meninggalkan dia merawat dua adiknya, tapi kemudian dia menyusul dua adiknya yang menghadiri acara tersebut.

Ternyata ayahnya punya putri lagi, Suzu. Dengan berbesar hati, Sachi menawarkan Suzu untuk tinggal bersamanya dan dua saudaranya. Lahir dari ibu yang berbeda, mereka mencoba menemukan sesuatu yang bisa membuat hubungan mereka kuat sebagai saudara seayah.

Selasa, 26 April 2016

positif negatif

Orang orang negatif tidak semuanya mengambil pilihan terburuk
Orang orang positif tidak semuanya mudah bahagia dengan pilihan yang dipilih.

Kamis, 21 April 2016

Rahasia Kecil Bernama AURORA


“Ingin kubisikkan sebuah rahasia untukmu, segeralah buka youtube, dengarkan seorang gadis bernama Aurora yang membangunkan sebuah dongeng untukmu, lewat suara dan musiknya!”

Baru dua hari berkenalan dengan album All My Demons Greeting Me as a Friend (Maret - 2016), otak rasanya ingin melompat dari tempatnya dan berjalan, membisikkan ke telinga semua orang kalimat pembuka tulisan saya tadi. Aurora Aksnes, nama lengkapnya, gadis muda berasal dari Norwegia . Yah, dia rahasia bagi orang-orang yang telah mendengarnya, sayang sekali jika musiknya telah mainstream sekelas Sia atau  Lorde.

Tidak, tidak sampai harus membandingkannya dengan dua orang penampil yang duluan lahir di kancah musik Internasional, karena sebenarnya penggemar berat Bob Dylan dan Leonard Cohen ini sedikit pemalu ketika tampil di depan panggung. Dia agak kikuk ketika telah sampai pada akhir lagu dan harus menyapa penonton sebagai pengantar ke lagu selanjutnya. Tapi, jangan khawatir, suasana akan mencair lagi saat lagu selanjutnya dimulai. Ketika musik dimulai, jangan sampai Anda melewatkan aksi teatrikal kecilnya. Mimik wajahnya akan berubah lengkap dengan gerakan kontemporer sederhana yang dibuatnya, yang mengingatkan saya akan Björk.

Gadis ini, membuatkan kita dongeng-dongeng kelam ala Tim Burton. Ketika musik mulai mengalir, ada sosok diri kita, sendirian terdampar di sebuah kegelapan. Kegelapan yang agak menakutkan tapi justru membuat penasaran, memunculkan semangat untuk segera berdiri kemudian melangkah. Suara uniknya akan menuntun tangan-tangan kita meraba sekeliling, kita akan menemukan sesuatu, mungkin itu daun, tapi kemudian kita justru takut daun itu menampar tangan kita.

Ada ketidakpuasan jika perjalanannya hanya sampai di sini saja, suaranya akan tetap menuntun lebih jauh lagi, mengenal hal-hal baru. Membuat kita asing pada apa-apa yang sebenarnya kita kenal. Begitulah, Aurora mengundang kita masuk dan mengenal lebih jauh lagi dunia yang telah dibuatnya.




*Trims untuk Kang Jalu Sindentosca yang telah mengenalkan Aurora kepada saya :)