Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2016

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part 8

''kueee kueeee... putu ayu, putu cangkir, putus asaaaa...
kueee kueee... ondeonde, cantik manis, cantik tonjaaa'...''
''cantik? cantik iya kalau mati lampuki, trus yang bilang orang buta...''


''dimana nasimpan tadi gunting itu anakkaaa? mutahu dimana nasimpan gunting?''
''meneeeketeeempeee''


''baksooo baksooo goreeeng, hargaaa gerhanaaa''
''gak nyambung binggo kik bu...''


ada yang ulang tahun dan membuka kadokadonya, salah satunya berbentuk kotak.
''apa isinya ini?''
''kulkas empat pintu''


btw... finally, dapat fotonya tante Jo...


Tante Jodha in action

Senin, 07 Maret 2016

SUMANTI

Semalaman mencari miniatur kaktus yang pernah diberikannya, tapi sudah menghilang. Sudah berkalikali pindah rumah jadi ada beberapa benda yang hilang, tapi chat ini belum hilang. Dia menamakan dirinya Sumanti, hari itu, ketika kami berdua duduk di belakang, bosan mendengar Pak Albert yang (sungguh) dengan ingatan yang luar biasa cemerlang memberi kuliah tentang perang, bahkan nama panglima perangnya pun dia ingat.



Orang yang ketakutan ketika kami diospek, bahkan setelah itu saya lupa namanya. Saya lupa, saya sibuk mencari perlengkapan ospek. Sampai ketika hari pertama kuliah, dia menghampiri pertama kali, membuka catatanku tanpa izinku, menemukan dua buah cerpenku dan menanyakan ‘’kau suka menulis?’’ kujawab iya, ‘’saya juga’’, katanya. Saya tak terlalu peduli bahwa dia orang yang ketakutan malam itu, yang lebih membuatku bersemangat justru karena dia suka menulis, berharap suatu nanti punya teman, berjalan ke impian tersebut.

Jarak yang dia ciptakan membuat menyayanginya jadi susah, terkadang membencinya menjadi lebih mudah, keduanya tak bisa dibedakan lagi. Maka dia yang sebenarnya baik tapi jauh, kuhadirkan dia, yang bukan dia, dia yang ciptaanku semata, dia yang kubenci walau tak nyata.

Mungkin dia membaca postingan ini, mungkin juga tidak. Tidak ada niat untuk rujuk kembali dengannya. Dia sudah memutuskan untuk menjauh dari saya, yang mau pergi biarkan pergi, gak usah dibikin galau, gak usah ditahantahan. Saya bukan dirinya yang bisa sok tegar, kemarin menangis, walau mengurung diri tapi membuka telinga untuk menggantikan yang hilang dari hatinya.

Saya, orang yang mengganti kehilangan dengan segera mencari yang lain, walau sebenarnya saya orang yang sulit dapat teman dekat. Jarang orang yang mau dekat dengan orang yang lebih banyak pesimisnya. Ketika seseorang pergi dan menjauh sedikit demi sedikit, disaat itu kau yakin dirimu orang yang membosankan, teman yang buruk. Kemarin dia ingin saya melihat air matanya akibat tulisantulisanku, maaf, saya tidak melihatnya, terlalu jauh jarak itu.

Jika itu untuk memberi hukuman rasa bersalah ke saya, saya rasa dia tidak perlu repotrepot, saya menerimanya, ini bukan goodbye lagi kan, ini ‘’badbye’’. Saya malas memperbaikinya, saya hanya akan bikin dia tambah sedih, tidak memberi halhal baik di kehidupannya, biarlah dia mencari teman yang baik untuk kebaikan dirinya. Selanjutnya hanya akan ada ujicoba perasaan untuk mengisi kekosongan itu. Dia yang sangat baik, berkebalikan dengan teman angananganku, kuucapkan doa ini....

Semoga tambah tegar, tambah bijak, bahagia, dan segera menjadi penulis seperti yang telah diimpikan selama ini. Amin.

Kupajang doa di sini (padahal katanya Tuhan tidak bikin akun di dunia maya), supaya ada yang berusaha mewujudkannya, ya saya tidak percaya doa yang tak ditunaikan. Doa sunyi kebanyakan untuk menenangkan batin saja, menunggu Tuhan mau.

Senin, 29 Februari 2016

29 Februari 2016

Pernah, saya punya hubungan yang tidak baik dengan seorang senior, di media sosial. Padahal kami punya hubungan darah lumayan dekat. Suatu hari, saya berinisiatif mendatanginya, hari kedua lebaran Idul Adha. Saya mengirimkan message via fb dan dia dengan heran membalasnya ‘’Ada perlu apakik mau ketemu?’’. Saya bilang, mau ketemu saja. Sempat takut sih dia ndak mau ketemu, tapi ternyata kemudian dia membalas message saya dengan memberi alamat kantornya.

Besoknya saya datang, tak lupa membawakannya sedikit makanan Idul Adha, Mak senang dengan inisiatif saya walau dia tidak tahu kalau kami sedang musuhan. “Baguslah, apalagi dia ndak sempat pulang kampung kasiyan, pasti dia senang ko bawakan  makanan”. Saya merasa beruntung bisa memanfaatkan momen ini.

Siang itu, saya masuk ke kantornya yang sejuk berAC. Dia di meja kerjanya, tersenyum. Saya mendekat dan dengan mata yang mulai berkacakaca dia mempersilakan saya duduk tepat di depan mejanya. Sambil menatap wajah saya, dia meremas tangan saya yang terlipat rapi di mejanya. Kulihat airmatanya jatuh pelanpelan, saya tersenyum dan berkata... ‘’Janganmakik menangis kak, yang berlalu jangammi diingat’’. Dia masih meremas tangan saya, saya bisa merasakan campur aduk perasaannya, antara senang bertemu dengan saya untuk pertama kalinya, dan sedih karena kami pernah punya hubungan yang tidak baik di dunia maya.

Saya kemudian meraih makanan yang saya bawakan untuknya, saya masih bisa melihat sisasisa air matanya. Tak ada perdebatan, tak ada caci maki lagi. Selanjutnya saya pulang dengan rasa lega luar biasa. Sesimpel itu minta maaf, dan saya tidak menyangka reaksi dia sangat baik terhadap saya. Setelahnya kami baik-baik saja, masih sering bertegur sapa sebagai keluarga. Salah satu kejadian yang tak bisa saya lupa.

Saat ini, saya kembali punya hubungan yang agak rumit dengan seorang teman. Saya sudah minta maaf, saya dimaafkan atau tidak, saya tak tahu. Satu hari saya habiskan untuk minta maaf kepadanya, besoknya saya pasrahkan saja, seperti yang saya katakan tadi, sesimpel itu minta maaf. Terserah dia memaafkan atau tidak.

Dia (katanya) membuat jarak dengan saya, yeah... Ada banyak spasi, dan dia berhasil. Dia diam, menyembunyikan semua akunnya, saya pun sudah lama tidak memegang nomor hpnya. Mungkin dia marahmarah di akunnya, atau bagaimana, saya tidak tahu. Walau saya maunya kita berdebat saja, kalau nantinya malah jadi musuhan itu soal belakang, tapi dia diam. Okelah, orangnya gak mau dikejar yah gak usah dikejar.

Orang-orang mengatakan kalau ‘’Tuhan saja selalu memaafkan hambaNya yang punya banyak dosa, kenapa kita ndak bisa memaafkan orang lain.’’ Tapi itu kan Tuhan, justru karena kita manusia biasa makanya kita tak bisa memaafkan orang lain dengan mudah. Memaafkan itu susah, jangan bandingbandingkan kekuatan Tuhan dengan manusia biasa. Karena saya pun sering demikian, mengucap maaf di bibir memang mudah, tapi hati akan was-was karena kita tak mungkin lupa akan kesalahan orang tersebut.

Intinya hanya mau bilang, kalau punya kesalahan ma orang lain, jangan terlalu seringlah minta maaf, nanti malah jadi annoying. Okeee, kita skip topik sok bijak ini, saya mau cerita kalau sudah sebulan ini saya pegang smartphone, barang yang bagi saya masih mewah. Apa perlu saya pajang pin BBM saya di sini... *pamer*. Hari-hari pertama saya bisa BBMan, teman-teman BBMan komplain, ‘’eh, jammoko terlalu sering ping ping kik, tassejam napingkik lagi’’, kubilang “sori, itu miscallji, masih norak bisa BBMan.’’

Handphone android ini bukan saya yang beli, tapi pemberian dari kakak laki-laki saya, salah seorang yang kukagumi di keluarga. HP bekas sih, tapi tak apalah. Hahaha... Kalau mau kubilang, dia aktif di gerakan kiri, pernah aktif di PRD, hal yang pernah membuat khawatir Mak akan keselamatannya, berbanding terbalik dengan adeknya yang anomali ini, ahahahaha.

Sebelum dia bekerja di sebuah yayasan luar negeri yang memberikan dana hibah untuk siswa SD tak mampu di sebuah kabupaten, pindahpindah lokasi kerja telah dilaluinya berkalikali, mulai LSM yang bergerak di Bidang Agraria, Pertanian, Perburuhan dan seterusnya. Ini tidak baik untuk pendidikan anak-anaknya. Maka dia dan istrinya akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan yang masih bisa berjuang untuk idealismenya tanpa perlu mengorbankan anak-anaknya.





Bidang pendidikan, sebuah bidang yang baru bagi dia. Tapi selain itu, selepas bekerja dia selalu menyempatkan bertemu dengan kelompok tani di lokasi tempatnya bekerja. Pernah dia memajang status, yang sama sekali tidak kumengerti. Tapi setelah melihat potonya, saya tanya ke dia, ternyata itu air sari bambu. Tadinya, kupikir itu adalah komoditas pangan, ternyata bukan, itu nutrisi buat tanaman, setelah di fermentasi tentunya.

Terkadang, banyak jokejokenya yang ringan yang saya tahu itu jokejoke warga desa yang dia temui. Yang bagi saya, benarbenar lucu, khas obrolan orang kampung, polos, natural, tidak butuh ilmu dan pengetahuan yang wah untuk bikin orang lain tertawa, hanya modal tulus saling membantu dan menghibur. Saya juga punya sepupusepupu yang lucu sebagaimana yang saya bilang tadi, karena sebenarnya saya orang kampung.

Ada di antara mereka yang tukang ojek, pernah nanya kayak gini ke kakak saya “Dimanakikjek kita kerja, Ndik? Kalau saya lima tahunma kerja di Dinas Perhubungan tapi belumpi diangkatangkatka kasi’ jadi PNS.’’, yah yang dia maksud kerjanya sebagai tukang ojek, hehehehe. Sepanjang obrolan saya, Mak, kakak, dan semua orang yang hadir di sana tertawatawa karena celotehannya. Saat dia pulang ke rumahnya, kami pun berdiri, berjabat tangan dengannya, dia kemudian berseloroh ‘’Salamakki twe sampe Tana Marajaaa* eee, jangan lupa celak sama air zamzamnya...’’. Kami melepasnya pulang di halaman, masih dengan tertawaan yang masih tersisa.

Salah satu hal yang membuat saya berat untuk menutup akun di facebook, bukan soal medianya, tapi soal siapasiapa yang ada di sana. Musim hujan beberapa tahun yang lalu, seorang sepupu memajang poto tanamannya yang subur dengan caption, ‘’Tinggal kenangan kasi’, tenggelam dalam banjir, ndak jadi kaya kita’’, lengkap dengan komenkomen di bawahnya, dari sanak saudara yang lain, gak kalah lucu juga untuk dibaca. Saya tidak melihat kesedihan mendalam di sana, tapi justru dia membuatnya jadi penghibur untuk dirinya sendiri. Bagi orang lain, para ahli atau siapalah, banjir ada karena ada sebab, danau kampung sebelah kadang jadi kambing hitam. Tapi bagi mereka, yang susahsusah menanam, banjir bukanlah musibah, banjir ada agar mereka bisa merelakan.

Pengen juga kembali ke kampung, kayak kakak saya yang menjadi bagian dari orangorang sederhana tadi, tapi nantilah kalau saya sudah bosan di kota. Huuuuuuuuuu....apaji!

*Mekkah









Sabtu, 28 November 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part 7

"mdeeeh, makruh ko terus, makan tidur saja"

- "Tabeee, tabeeee... Awaaaaas air panaaassss!"
+ "Minummi..."

- "Weee, terima kasih sudah mukopikanka lagu-lagumu, tidak tahu apa balaskankoo"
+ "Balaskanmi tuba.."

- "Weeeh, jangko dek dengarki ituuu"
+ "Iyoo, laki-laki lifeboy ituuu" *playboy maksudnya -_-

- "Hey, what's going on?"
+ "Haaaaa, what du yu kaaanaaaa?"

"Beliki silverqueen, maumi bulan dua"

- "Jam berapami?"
+ "Jam sepert kemarin."

- "Astaghfirullah..." katanya sambil nyapu rambutnya
+ "Banyakna pahalamu..."
- "Ka memang, tidak ditrima saya dosaku"


- "Weh, pattasa'*moko, masih pagi innieeeh"
+ "Iye, takutka pulang malam.."
- "Mentong kau, laki-laki pengecup"
*beresberes


(sambil menyeret tas dan koper buat pembeli, tante Jo tiba-tiba ditanya)
- "Maukik kemana itu, tante Jo?"
+ "Mau piiigii singga pur"


- "Weh, ibu, jatuh-jatuhki anuuta"
(ibu-ibu yang lewat terpaksa liat ke bawah)
+ "Apa, dek? Mana?"
- "Jatuh-jatuhki kulit jerukta!"
(ibu-ibu campur kesal dan tersenyum karena lucu)




btw, Tante Jodha sekarang punya nama panggilan baru dari anak-anak, TANTE JO, waaaw kedengaran lebih keren yak. Kapan-kapan saya fotoin deh dia, soalnya dia lucu orangnya hihihi


bersambung...

Minggu, 11 Oktober 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part 7

Penjual (cowok) : Mampirki' belanja, Ani... *Rhoma kapang
*Cewek yang ditawari lewat saja
Penjual : Apa kita cari, dek... Nuuuur... Nisaaaa..., Fitri...., Diaaaan....
*Cewek yang dipanggil malah makin jauh, semua nama salah... -_-


A : Sudahmoko makan? Simpanki kembali piringmu naah....
B : Ngapamieeee...
A : Marahmarahki nanti Jodha hilang piringnya...
*Jodha, sebutan buat penjual nasi langganan, bukan nama sebenarnya :p


A : Weee, ketemuka teman menjualta kemarin.
B : Iya, ketemuka juga kemarin, di sampingki tooo?
A : Iyo, samaki cowok...
B : Pacarna ituuu.
A : Pacarna? Masak? Daeng Bentor?
-_-


''Bu, beliki bajuku kodong, tiga harima tidak makan di Bambuden.''


Penjual : Apa kita cari dek, mondar-mandir dari tadi. Toddo' poing maki' sajaaa...
Pembeli : Carika kemeja warna kuning telur.
Penjual : Kuning telur masak atau mentah?
* -_-


Ketemu Mas tetangga lapak.
Saya : Bah, banyakna kita beli air minum. Kita ndak bawa sendirikah?
Mas : Malas bawa air, tidak berkah...


"Dimanakah rumahmu sebenarnyakah? Oooo, di perbatasannya Indonesia-Australia? Yang naik gunungkik tooo, di lihatmi Jeneponto, sebelah kiri Singapur, tengok ke kanan di dapatmi New York...''

Sabtu, 19 September 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part 6

''Salatullah salamullaaaah...
Salah satu salah semua....''
*salawatan ala sentral -_-


si A : Bagaimana kabarta kak? Sehatsehatjakik?
si B : Alhamdulillah... sedikit!
*sedikit sehat atau sedikit sakit???? -_-


si A : Weh sini dulu motormu, piii ambil barang duluweh.
si B : Ndak bisaaa...
si A : Sebentarji, ngapami eee.
si B : Ndak ada bensinna.
si A : Sinimi kujual motormu baru beli bensin.


si A (penjual) : Mana kita pilih dek, liatliatmaki.
si Pembeli : Iye, adami tadi kubeli, lagi naambilkanka itu anak buahta... (si C, korban bully)
si A : Yang mana layanikik dek tadi?
si Pembeli : Yang mukanya kotak
*dasar pembeli, yang diingat bentuk wajahnyaa, bukan warna bajunya dan seterusnya hahaha*
si Ucup (penjual juga) : (nyeletuk) Muka kotak? SpongeBob doooong!
*dengan demikian, resmilah si C punya nama panggilan SpongeBob -_-



BONUS!



Saya akan cerita, kali ini sayalah yang kena sasaran. Di lapak Om saya dan lapaklapak sekitarnya, seorang anak muda bernama Ucup (saya ndak yakin ini nama betulannya, kulitnya lebih gelap, mungkin karena dia mirip Ucup sahabatnya Lupus makanya dipanggil demikian), menamai semua orang seenak udelnya. Cewek yang kerja di depan, sering memakai warna biru, dipanggilnya Doraemon. Ada juga yang dipanggilnya Rapunzel karena cewek ini anak rumahan, kalau diajak jalanjalan gak pernah mau. Saya pun dipanggilnya Patrick, ikutikutanlah kebanyakan orang manggilmanggil saya Patrick.

Karena saya maksa diri tengah malam begadang, maka saya makai celak niatnya supaya mata gak keliatan ngantuk banget. Satu jam pemakaian sih masih rapi, tapi mungkin karena kantung mata saya, setelahnya, celak saya agak belepotan. Suatu hari, Ucup menghampiri saya yang sedang melayani beberapa cewek.

"Dek, hatihatiko dek sama itu yang layaniko'', cewekcewek itupun memandang agak curiga ke arah saya...
''Awasko, nahipnotisko nanti. Liatmi hitamnya matanya, temannya Dedy Corbuser ituuu...'', semua orang tertawa.
Uuuuuh, dasar Ucup.

Kemudian, yang sering dipanggil SpongeBob membela saya, kebetulan saya dan dia lumayan akrab.
''Jangko kasih begitu tawwa, sobatku saya ini eee, toooo, dek tooo?''
Kemudian Ucup menyudahi dengan ''Oooooh, ini SpongeBob, kau Naya jadi Patrick, temannya SpongeBob, cocokmi...'' Lalu dia ngomong dimiripmiripkan suara Patrick Star. Ngeselin sih, tapi sudahlah... Lumayan terhibur juga, tidak sampai merasa benci karena kesannya malah lebih ke luculucuan daripada menghina. :)



bersambung...

Minggu, 30 Agustus 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part 5

si A : (kelaparan) Waduuu, manami Mbak tempatku pesan gado-gado? Lamaanaaa...
si B : Pingsammi kapang maccobe'


Seorang anak kecil menghampiri Bapaknya yang sedang jaga jualan, dia ingin menangis karena barusan terjatuh di tengah jalan.
si Anak : Jatuhka, Bapaaaak! (sambil megang lutut yang lecet)
si Bapak : Di manako Nak jatuh sede'?
si Anak : Di sana tadi...
si Bapak : (menghampiri mengusap luka si anak) Ndak papaji itu, Nak. Asalkan jangan jatuh dari helikotter.


si A seorang cowok, naksir ke si B, seorang cewek. Mereka sering bertemu di Pasar lantaran tempat kerja mereka berhadapan.
si A : Sudahmako makan, Dek? Kupesankanko, apakah nusuka, mie, gado-gado, nasi goreng?
si B :  Sudahmaka, kenyangma, makan basso barusan.
si A : Oooo... Sudahmi mubayar bassomu? Ne'ang (si C, korban becandaan) pa yang bayar bassomu...


si A : Weee, pergi laloomookoo naik pesawat.
si B : Kenapa tossi nu suruka naik pesawat?
si A : Bosamma liatko, Ne'aang. Kalau perlu kubayarkanko pesawatmu.
si B : (mulai khawatir akan jadi korban)
si A : Kalau naik pesawatko, kecelakaanko, langsungka' jadi ahli warismu...
si B : Siala'
si A : Iyo, nanti tooo, kalau perlu kutegel kuburannu, kupanggilkanko Udztas Maulana untuk acara takzia, kalau perlu kupanggilkanko elektone.
*paraaaaaaah*


si A : We, kenapa lama duduwi mupilih itu parfum?
si B : Cari'ka parfum rasa kaldu ayam.


Pembeli : Ada pasmina polos warna hijauta', Bu?
Penjual : Hijau apa dek, hijau daun? Lango-lango dadar? Hijau tai kuda? Atau hijau tai ngongo?


Jam 05.30 sore
"Mas, nasi gorengta, kasi banyak ayamnya, ka penghabisanmi to!"


si A : (kepada penjual gado-gado langganan) Mbak, gado-gadota satu nah!
si B : Pedas?
si A : Nasrami, seperti biasaji, Mbak.
si B : Oke, tunggumi.
si A : Kalau perlu yang pedasnya membunuh mertua.


Seorang anak kecil memukul anak tetangga lapak Bapaknya. Nasehatnyakayak gini, "Janganko jadi preman begitu, Nak. Kalau perlu, pigiko Masjid sana eee, ikutko Jama'ah Tabligh, trus jadimako pengusir jin kafir, tinggalmako di Perumas.
Seseorang nyeletuk, "Kenapa tossi Perumnas?"
si Bapak jawab, "Kan ada ayatnya begitu di Qur'an"
"Sotta'koooo"
si Bapak kembali membalas, "Ada tweee, jangko begitu nah. Bunyinya ginieee, minal jinnaati wannaas, tohh, sini kukasihtahukanko artinna, artinna sesungguhnya jin-jin itu tinggal di Perumnas, bagaimana? Cocok toooh?"


bersambung...

Senin, 17 Agustus 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part IV

Cowo : (lagi makan dan ngajak makan) ''Dek, eh, makanki'eee!"
Cewe : ''Iyye, masih kenyangja'...''
Cowo : (nyodorin tangan buat menyuap) ''Sinimi, kusuapiko, Dek. Kalau sisaku mumakan langsung pintarko mengaji''


''Es, es putar, es putar, es putaaaaar, siapa bilang es tidak dingiiiin...''


A : ''Weh, pinjam duluwe sendokmu!''
B : ''Inieeee'' (nyodorin sendok)
A : ''Sudahmi mucuci ini?''
B : ''Iyooo, mdedeh segitunaaa...''
A : ''Betulanko?''
B : ''Iyo, sudahmi kucelupkan juga di Sungai Gangga*''
*selokan di belakang lapak.


A : ''Weh, masih cari (si C--->korban bully) 4 orang buat bikin baju kaos, buat bikin geng AGM''
B : ''Apa bede itu AGM?''
A : "Anak Gagahna Makassar...'' (semua tertawa, sementara si C senyum-senyum dijadikan bahan candaan)
B : ''Kenapa tosseng 4 orangji?''
A : ''Supaya genapki 5, karena diami ketuanaaa, capekmi bede' gabung di Lavender''
B : ''Apa lagi sede' itu Lavender, minyak rambut?''
A : "Laki-laki Penuh Derita, hahahaha..''


Setelah 17agustusan, banyak TNI yang lalu lalang.
''Weh, weh, kacang polong kacang polong lewat''


Pembeli : ''Mauka kemeja ini, Dek. Tiga lembar, selembarji inie''
Penjual : ''Iye, sudahmaki dicarikan, nda ada Bu. Ada di rumah stokku, Bu. Kalau mauki kubawakanki besok''
Pembeli : ''Betulannah? Jam berapa?''
Penjual : ''Iye, jam sembilan pagi adama', Bu''
si A : (nyeletuk) ''Baa, Bu. Gampangmi itu, sudahmaki dicarikan na nda adaki. Kalau perlu, titip maami nomor rekeningta'!''
si B : (jitak kepala si A) ''Bodo'na iniee, ta'baleki kapang. Kau yang kasihki nomor rekeningmu sama Ibu''
si A : ''Cocokmi, sinimi nomor rekeningta, Bu, kutransferkanki tuyul''


si A sibuk memencet hpnya, sedang mati total.
si B : "Kenapai hpnu?"
si A : "Nda mauki hidup"
si B : "Apa merkna hapemu? Sini bede!"
si A : (memberi hp ke si B)
si B : "Oh.. Merk ARFAN"


bersambung...

Sabtu, 08 Agustus 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part III

Saya gagal paham, mengapa ada orang yang mengelompokkan humor "cerdas" dan humor "rendahan", memuja Stand Up Comedy sedangkan mencela acara macam OVJ. Saya hanya bisa bilang itu "alternatif", gak ada yang bagus maupun jelek, semua sama fungsinya, menghibur, untuk entertain. Toh, para komik pada akhirnya banyak juga yang harus kecemplung ke acara-acara dan terlibat film (terbilang) gampangan.

Akhir-akhir ini merasa lebih mudah tertawa, tiap hari ketika pembeli sedang sepi, justru kamilah para penjual yang saling sahutmenyahut, ada yang menyanyi, ada juga yang sekedar ngobrol, tapi paling rame kalau tiba-tiba ada celetuk lucu yang muncul untuk mengusir ngantuk dan bosan. Contoh kecil, teman penjual di depan, kami tak pernah saling mengenalkan nama, maka untuk memanggil saya atau perempuan lain yang tak dia tahu namanya, dia akan memanggilnya dengan sembarang nama, misal Sapna, Samanta, atau Sakati. Halhal seperti itu menggelikan, hehehe, berikut kondisikondisi lucu lainnya... *baru sempat jelasin panjang lebar padahal sudah part 3 khusus tema ini.


"Cari apaki cewe', celana botol, lengkap, pakek kantong, pakek AC, pakek remote!"


si A : "Weh, kucaricariki di lapaknya Aji penjual kerudung, berentimaki paeng dih di sana.."
si B : "Iye, sayang, di sinika lagi konser jualan baju ma celana"
*konser, maksudnya teriakteriak nawarin barang ke calon pembeli


si A : "Weh, ada tadi polisi kau we di sini"
si B : "Iyo kauweee, apa ngaseng kejadian di sebelah sede'."
si A : "Apanya bede mukentarai bilang polisi betulan itu?"
si B : "Itu tulisan di kaosna, punggungna, bacana POLICE..."
si A : "Seriusko? Gappaka tulisannya POP ICE na kau kira bacana Polisi, Ne'aang"


bersambung...

Selasa, 04 Agustus 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part II

Bulan puasa, si B seorang lelaki pada jam dua siang terlihat merokok.
A (cewe') : "Mdedeh, nda puasako?"
B (cowo') : "Baaah, puasaja'!"
A : "Baru jam dua, namarakokmokooo!"
B : "Buka puasama' ini, sotta'. Saya puasa full setengah hari, jadi total puasaku 15 hari donggooo!"


A : "Weh, ayok pi karokean"
B : "Iyo, panggil semuaki personilka"
C : "Nda' bisaka saya ikut!"
A : "Ngapamoeee, malam mingguji lagi"
C : "Ih, kaaa capekki, mau istirahat"
B : "Sudahmi, jangko gangguki Rapunzel (si C)"


Si Bos : "Jam berapami, dek?"
Anak buah : "Setengah enammi, bu"
Si Bos : "Okeee, angkatmi jemuran!" (maksudnya rapikan jualan karena sudah akan ditutup)


Si A : "Weh, berapa jahitannya tanganmu?"
Si B : (sambil memegang tangannya yang habis di jahit) "Tujuh"
Si A : "Berapa mubayaranki?"
Si B : "Tiga ratus lima puluh kauwe, mahalnaaaa"
Si A : "Tapi bagus to, itu jahitannya tidak dilepasmi karena jadi dagingmi nanti"
Si C : "Iyo tawwa, coco'mi, banyak dudui goyammu pas pembukaaan dua"
Si B : "Memangnya saya perempuan bisa melahirkan!" *kesel
Si C : "Tapi memang mahal tawwa, karena rambutna ikan hiu itu benang jahitnya, ahahahaha"


Si A : (ngajak teman di depannya untuk minum minuman bersoda) "Weh, minuum!"
Si B : "Tidak, trima kasih, nalarangka dokter pribadiku minum minuman bersoda"
Si A : "Gayaaaaanuuu, dokter pribadi, palingan dukun pribadi!''


bersambung...

Selasa, 28 Juli 2015

MAKKALA' ala Pasar Sentral Part I

Pengemis (anak muda) : "Ibu, sedekahnya duluuuu!" (sambil menyodorkan toples kosong ke sasaran)
Si Ibu : "Eh, dek, kau masih muda, daripada kau pii minta-minta, lebih baik ko pergi kerja, blablablaaaa..."
Pengemis : (Kesal dan berlalu) "Orang minta sedekah kok malah diceramahin."


Anak kecil pengemis : (ngemis kepada seorang pembeli) "Kakak, uangta dulu kak!"
Penjual : "Eh, dek, sama-samajiki dek orang miskin. Itu kakak-kakak uangnya mintaji sama mamaknya"


Milih, pria, random, yang hanya kebetulan lewat.
A : "Cowo', cowo'... (si pria menoleh, si A mendekat ke temannya, si B) Teman SMPta'kah ini (si B)?"


Pembeli : "Berapa ini dek?"
Penjual : "Itu 35ribu bu!"
Pembeli : "Nda bisa 20 dek?"
Penjual : "Harganyami bu!"
Pembeli : "Kurangimiii, 25mo pade!"
Penjual : "Nda bisa bu, 35ribu itu"
Pembeli : "30 ribumo pade!"
Penjual : "Menawarmaki bu sampeta' kembar!"


Si A : "Weh, ada orang meninggal di sana kemarin eeee, bunuh diri bedeng, ngerinya."
Si B : "Iyo kauweee, prestasiki bedeng"


Si A : (mungut sandal yang ada di jalan) "Weh, sapa sandal inieeeee? Jaga i sandalnu"
Si B : "Ooo, sandalnya Katy Perry!" (sambil lempar sandal ke depan si empunya)
Si C : "Weh, jangko kasih begitu tulang rusukku!"


Si A : "Jadi berapa semua total tadi harganya nasi'ta'?"
Si B : "Lima belas" (Si A mengulurkan uang lima ribu tiga lembar, si B kemudian menghitung) "Lima jutaaaaa, sepuluh jutaaaa, lima belas jutaaa, oke pas!"


Seorang remaja perempuan, mungkin baru pertama kali ke pasar.
Pembeli : "Kak, ta'berapa jilbab parista?"
Penjual : "Sembilan ribu dek kukasihki kalau ambil sepuluh lembar" (dengan semangat nyomotin jilbab paris beda-beda warna sebanyak sepuluh lembar kemudian dihitung dan dibungkus oleh si penjual) "Sepuluh lembar, dek nah...."
Pembeli : (nyodorin uang selembar sepuluh ribu, kemudian nunggu berharap kembalian)
Penjual : "Aduh, dek, maksudku sembilan ribu per lembar ambil banyak, jadinya sembilan puluh ribu semuanya"
(si pembeli akhirnya hanya ambil satu lembar jilbab paris uangnya hanya cukup untuk selembar, kemudian ngacir karena malu)
 *ahahahaha, belum tahu dia, bahasa pasar. Dia kira selembarnya sembilan ratus rupiah, wadddduuuuh, pembeli permen.


bersambung...

Minggu, 21 Juni 2015

QUEEN - DON'T STOP ME NOW

Beberapa bulan lalu, seorang teman nanya ketika kami nonton trailer Minions pertama kali, dia bilang ''Eh, lagu siapa ini yah? Bagus, beat bassnya keren'', saya jawab ''Lagunya David Bowie ma Freddy Mercury, vokalisnya Queen, judulnya Under Pressure.'' Dia balas ''Sotta*ko di situ'' sambil jitak kepalaku. Saya kemudian memasangkan headset handphone saya ke telinganya, kebetulan lagu itu penghuni di memori hapeku. Setelahnya, teman memandang saya dengan muka bingung seolah bilang ''loh kok bisa ada di hpmu lagu ini?''. Setelah suka dengan lagu Heroes, tak lama kemudian saya nemu lagu Under Pressure ini. Untuk hal begini saya cerita juga di blog yah, pameeeeer!

Bicara soal Queen, saya nemu lagu, baru beberapa hari tapi tidak bosan mendengarnya. Silakan terbuai pada permainan piano Freddy Mercury yang slow pada awal lagu, tapi jangan terlena karena tak lama lagi beat akan lebih cepat. Seperti karya masterpiecenya Bohemian Rhapsody, Freddy Mercury memang mengejutkan.



*sotta : sok tahu

Selasa, 16 Juni 2015

Jelang Ramadhan 2015



Besok sudah tarwih, pengemis mulai menjamur lagi. Ngomong-ngomong soal pengemis, tadi malam, nonton Jurassic World sama teman di Makassar Town Square. Karena sempatnya habis maghrib, jadilah pulangnya agak malam. Yang sering ke MTos pasti tahu dan familiar dengan muka ibu-ibu yang ngemis pas depannya MTos. Tiba-tiba teman nyeletuk...

S : Sudah malam begini, jam setengah sepuluhmi, eh itu ibu-ibu ngemis, tahannya di!
N : Iya kak, dia kayaknya pengemis paling familiar di sini.
S : Apa nacari dih?
N : Kita* kapang** nacari, kak (kemudian saya berakting di depannya) ''Kaukah anakku yang hilaaaaang?''

Saya tertawa, dia senyum-senyum nanggung gitu, maybe dia nyesel dengan percakapan ini. Hahahaha, maafkan sayaaaaaa kak, lucu-lucuanji naaaaah... pisss



*Kita : Kau, versi sopan dalam Bahasa Makassar
**Kapang : mungkin

Senin, 15 Juni 2015

DO I REALLY WANT TO GET MARRIED?

Ini note milik seorang teman facebook, Melao Kamisama. Sukaaaa...


Selasa, 19 Mei 2015

MERASA

Kalau ke tempat kerja, senior bilang ''Ko kurusan, Nay. Diet ko, dek?'' Saya hanya membalasnya ''Iyakah, kak? Gak diet, bukan saya sekali!'' Yah, siklus tubuh enam bulan ini agak menyebalkan. Akhir bulan kalau bukan pertengahan bulan ditengok penyakit. Sigh... Jadi tahanan kamar, gak bisa kemana-mana, padahal tiap hari keluyuran kemana-mana, menyusuri belantara Makassar ini.

Sakitnya sih hanya sehari, tapi penyembuhannya itu makan waktu dua hari, Bos di tempat kerja ngomel karena tugas-tugas sudah deadline. Belum lagi dengan perubahan pola makan habis sakit, dari lambung yang kosong melompong karena gak nafsu makan ketika sakit, setelah sembuh harus dipaksa dengan porsi normal seperti biasanya, alhasil itu gas di lambung mengamuk.

Menyebalkan, karena kurus bukan karena diet, bukan karena usaha, tapi karena malas jaga kesehatan. Tapi kayaknya dari dulu gak doyan ma diet-diet, apalagi ada tuh yang lagi trend, food combining, banyakan makan buah ma sayur daripada hewani ma karbohidrat, agak mirip vegetarian yah, dimana bedanya food combining ini ma vegetarian, silakan Anda cari sendiri ya... Lagian kalau saya pikir-pikir, dua hal ini pola makan bangsa timur yah? Kayak di Jepang, makannya banyak sayur. Biksu juga hanya makan protein nabati tanpa hewani, orang Barat dan Eropa sana mencoba dan menerapkannya dan ternyata terbukti lebih menyehatkan, diberi merk bahasa Inggris jadinya kedengaran ''wah'' gitu yak, piss yah buat penggiat vegan ma food combining, ini hanya opini saya, ini hanya opini saya. Gak peduli siapa yang pertamakali menerapkannya, kalau itu menyehatkan kenapa tidak. Saya saja yang malas, karena saya fikir bagaimana kalau yang kerja berat kayak kuli makan sayur ma buah doang, kalau lapar di siang hari pastilah mereka harus makan, tapi yah sudahlah, ini kan sesuai porsi kebutuhan energi mereka.

Memang sih, sudah beberapa orang yang bilang saya kurusan, teman kerja (yang saya ceritakan di atas), seorang tante, seorang lagi sepupu, hallah, belum cukup lima sih, gitu aja bangga, belum valid tuh... Tapi merasa agak kurusan sih.

MERAAAASSAAAA atauuuu PERASAANMU SAAAJAAA, Nay??? *sudahlah, mungkin mereka lelah*

Selasa, 31 Maret 2015

HOME (2015)



Gadis kecil bernama Tip, tinggal sebatang kara di kotanya. Dia hanya ditemani oleh Pig, kucing piaraannya. Semua orang --termasuk ibunya-- sudah dibawa, entah kemana oleh alien-alien Boov yang tiba-tiba mengosongkan kotanya agar bisa ditinggali dengan aman oleh mereka. Dua hal menarik tentang mereka; mereka berhidung, posisinya seperti telinga pada manusia dan warna mereka berubah sesuai dengan emosi yang mereka rasakan.

Sampai suatu ketika dia bertemu dengan salah satu alien spesies Boov yang dikejar-kejar oleh sukunya karena telah membuat kesalahan fatal. Dan beberapa banyak kesalahan-kesalahan sebelumnya, begitulah dia mendapatkan namanya : Oh, mereka memanggilnya demikian.

Sementara dalam pelarian, Oh berjanji untuk menemani Tip menemukan Ibunya. Petualangan mereka pun dimulai, termasuk sensasi naik roller coaster ketika mereka berkejar-kejaran pada Menara Effiel yang sudah terbalik.

Ceritanya ringan, tidak terlalu menguras emosi karena begitu banyak hal-hal lucu disuguhkan dalam animasi untuk anak-anak yang satu ini. Bukan berarti film ini kurang secara pendalaman kisah karena sebenarnya kita diajak mengikuti ikatan persahabatan yang pelan-pelan muncul antara Tip dan Oh. Komedi, drama dan petualangan tidak dilebih-lebihkan, semua pas pada porsinya. Demikian pula kita digiring untuk memahami kehilangan, bagaimana rasanya hal-hal yang dicintai terenggut dari kita, sehingga sesakit apapun itu jangan sampai kita melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Bagian favorit : Ketika Bangsa Boov ini berlarian untuk menyelamatkan diri masing-masing, Captain Smek yang merupakan pemimpin mereka yang otoriter berteriak “Ruuuuun for my liiiiiife!”

Sabtu, 28 Maret 2015

Shiori Tomita - Dame Dame Da

Saya bukan penggemar berat Naruto, tokohnya terlalu banyak. Yah maklum, ceritanya kan tentang perguruan gitu, heheh. Tapi saya suka bahkan mengoleksi beberapa opening dan ending themenya. Serial Naruto telah membuka kesempatan kepada musisi muda Jepang agar tetap didengar di kancah musik internasional, Dame Dame Da ini salah satunya, lagu ini pas banget untuk gambarin reationship antara Naruto dan Sasuke sahabatnya yang kemudian hari justru jadi lawannya, suka-benci, satunya pecicilan satunya cool. Suka sekali hubungan seperti ini, seperti halnya hubungan John Lennon dan Paul McCartney.

Rabu, 24 Desember 2014

MORRIS GLEITZMAN

Seorang teman memberi beberapa buku lucu karangan Morris Gleitzman, seorang penulis buku anak-anak dari Australia. Berikut review singkatnya.




BLABBER MOUTH / MULUT EMBER
Ro adalah seorang gadis cilik yang tak pernah mengatakan kata sepatahpun padahal bagi Ayahnya dia adalah anak paling bawel seAustralia. Ya, Ro bisu sejak lahir. Ro justru punya kepala yang ramai akan percakapan-percakapan imajinernya, dia bisa berbicara dengan mendiang ibu dan mendiang sahabatnya, dengan Ayahnya, bahkan dengan perutnya sendiri. Ro mengalami kesulitan bergaul di lingkungan barunya. Sekolah Luar Biasa, sekolah lamanya ditutup menjadikan mereka harus pindah ke tempat baru. Ro bisa mengatasi keterbatasan berkomunikasinya, itu bukan masalah besar. Masalah bagi Ro justru adalah orang dewasa yang hidup dengannya, yaitu Ayahnya sendiri, seorang lelaki penggila musik country yang selalu berkostum koboy, Ro selalu ingin sembunyi, malu, gara-gara keramahan Ayahnya yang mengganggu orang-orang yang baru dikenalnya.

Favorit : Ketika Ro harus menginap di rumah temannya karena Ayahnya hilang, dia diam-diam menangis sebelum tidur malam kemudian tidur dan dia merasa baikan sepaginya. ‘’Kurasa kalau orang-orang bisa lebih banyak menangis dan tidur, kebutuhan aspirin dan minuman keras di seluruh dunia bakal turun separonya.” 


STICKY BEAK / KAKAKTUA CEREWET
Ro menyelamatkan seekor kakaktua yang disiksa oleh pemiliknya, teman sekelasnya yang selalu bikin masalah, Darryn Peck. Dengan menyayangi hewan malang tersebut, Ro akhirnya tahu mengapa dia menumpahkan puding spesial di pesta perpisahan dengan gurunya, Ms Dunning yang sebentar lagi akan menjadi ibu, wanita yang sama, yang menyebabkan Ayahnya menghilang waktu itu. Sementara Ayahnya sibuk menyiapkan segala hal untuk anggota keluarga baru mereka nanti, Ro merasa agak diabaikan. Belum lahir saja, adiknya sudah menyita perhatian Ayahnya, apalagi kalau sudah lahir, apalagi kalau nanti ternyata adiknya normal, tak bisu seperti dirinya…

Favorit : Aku menjelaskan bahwa kalau kakaktua itu boleh tinggal bersama kami, aku akan memberinya makan, merawatnya, dan mengajarinya ke kamar mandi.
“Boleh ya, boleh ya, boleh ya, boleh ya, boleh ya,” pintaku sampai tanganku pegal.
   

BOY OVERBOARD / BOCAH LINTAS BATAS
Saya berterusterang, ingin menangis membaca novel ini. Bagaimana seorang anak bernama Jamal tidak kehilangan masa-masa bermainnya, kejenakaan khas anak-anak tak terenggut darinya, padahal dia hidup di Afganistan, sedang dalam keadaan konflik berkepanjangan. Jamal sangat menyukai sepakbola, begitupun dengan adik perempuannya, Bibi. Masalahnya, di negaranya perempuan punya ruang kreatifitas yang terbatas termasuk dalam olahraga ini. Sementara itu, sekolah ilegal yang didirikan orangtua mereka terendus pemerintah setempat, hidup mereka terancam. Mereka terpaksa meninggalkan negara tersebut, tanah kelahiran mereka walau lebih tepatnya mereka membayar, untuk diselundupkan ke negara lain, Australia.

Favorit : Jamal menyadari bahwa akhirnya dia adalah salah satu anak yang menjadi yatim-piatu di pengungsian. Walau bersama Bibi, dia tetap merasa sedih dan sendiri, tapi dia punya tekad punya masa depan cerah. Saya suka sekali kalimat yang menggambarkan optimisnya, “Aku punya rencana. Aku akan menangis dua jam sehari dan sisanya jadi penduduk Australia yang produktif dan ceria.



PUPPY FAT / GENDUT IMUT
Ditemani sahabat baiknya Tracy, Keith menyusup ke rumah mendiang Mr. Mellish. Keith ingin mengetahui apakah penyebab utama kematian tetangganya tersebut, yang hanya tinggal sendirian saja di rumahnya. Dia ingin membuktikan bahwa kesepian bisa berdampak seburuk itu, ketakutan yang menghampirinya selepas orang tuanya berpisah. Dia cemas hal serupa akan terjadi pula pada orang tuanya, namun yang menjadi hal yang lebih dikhawatirkannya adalah penampilan orang tuanya yang membosankan sehingga tidak ada yang tertarik untuk mengencani mereka, kalau tetap demikian maka mereka akan tetap kesepian. 

Favorit : ‘’Kau tahu apa yang selalu ingin kulakukan waktu liburan?” kata Bibi Bev.
“Pergi ke Nepal?’’ tebak Keith.
“Menghabiskan dua minggu dengan perut normal seperti perut ayahmu dan rambut nyaman seperti rambut ibumu,’’ kata Bibi Bev.



BELLY FLOP / ASAL LONCAT
Mitch punya malaikat pelindung bernama Doug. Masalahnya adalah hanya Mitch seorang yang percaya bahwa Doug benar-benar ada. Padahal keluarganya sedang dalam masalah, paceklik yang panjang ini membuat bank harus menyita banyak tanah tetangganya dan itu akan membuat tetangganya marah kepada Ayahnya yang bertugas di bank tersebu. Semua orang benci kepada keluarganya. Mitch berharap Doug tetap membantunya walau semua orang mencemoohnya dan menganggap malaikat itu hanya omong kosong belaka, karena Doug harus membantunya dengan mendatangkan air agar dia bisa jadi atlet loncat indah, dengan begitu keluarganya tidak akan dibenci lagi.

Favorit : Lihat Dad. Dia begitu tertekan hingga dasinya terjepit pintu lemari es. Sekarang Dad memelototi pintu lemari es seolah-olah bermaksud menulis laporan tentang benda itu.



SECOND CHILDHOOD / COBA LAGI
Untuk memperbaiki nilainya, Mark, Pino, Annie, Rufus diharuskan membuat surat seolah mereka seorang tokoh/orang terkenal. Bagaimana caranya mereka membuat dirinya tokoh terkenal jika menjadi orang terkenal di sekolah pun mereka tidak bisa. Dari sinilah muncullah ide untuk mencari siapakah mereka pada kehidupan mereka sebelumnya, reinkarnasi. Awalnya mereka bahagia, tapi mereka akhirnya menemukan bahwa tokoh-tokoh tersebut juga meruapakan penyebab malapetaka, seperti halnya Pino yang kecewa setelah tahu dirinyalah penemu prinsip fisika nuklir yang digunakan untuk membuat bom, si jenius Einstein. Anak-anak ini merasa sangat bersalah dan harus minta maaf dengan apa yang telah mereka lakukan pada kehidupan mereka yang sebelumnya.

Favorit : Pada buku yang dibeli Mark dari peramal mengatakan bahwa alat yang digunakan untuk hipnotis diri-sendiri adalah sendok.
Buku Smalley bilang gunakan sendok, namun kenapa bukan garpu atau pisau? Itulah masalahnya dengan orang-orang yang menulis buku, pikir Rufus, mereka merasa tahu segalanya. 




Trims to Melao Kamisama :)

Kamis, 26 Juni 2014

massaddung malleepa

Sebelum mengaji, biasanya di kampung saya, anak-anak akan berteriak (dalam Bahasa Bugis) "Jangngati tajangngaati, utaruu nawa-nawa, utaruu paddissengeng, utarusii manengngi korang tellu pulo geso'na" (Pemberi terang pada hati, karena keinginan (niat), karena ilmu/pengetahuan, akan kulaksanakan 30 juz). Saya tak tahu pasti, ini semacam niat atau doa, seperti itulah... Saat mengaji, terdapat gambar yang fenomenal buat kami yang masih anak-anak.




Bentuknya kurang-lebih seperti di gambar, tapi yang terdapat di juz amma jadul yang saya dan teman-teman mengaji pakai gambarnya menyerupai tang. Saya pernah menanyakan kepada salah satu teman, jawabnya sambil menjelaskan dengan menunjuk ke gambar tersebut, bahwa gambar itu adalah gambar neraka dan surga. Kami percaya penjelasan itu dari generasi ke generasi, di pengajaran mengaji tradisional. Sampai tiba Bapak menyuruh saya melanjutkan mengaji ke TPA yang ada di masjid kampung saya, kira-kira ketika itu saya kelas 3 SD. Bisa saya rasakan, cara mengaji udztas dan cara mengaji guru mengaji saya yang sebelumnya sangat berbeda. Sebelum beliau mengajarkan lebih jauh mengenai tajwid, di depan kami beliau menunjukkan poster mulut menganga, dia menjelaskan bahwa Makharijul Huruf menunjukkan bagaimanakah seharusnya penyebutan huruf, darimanakah bunyi huruf itu, apakah bibir, gigi, tenggorokan, dan seterusnya. Sepulangnya, saya membuka lagi juz amma yang saya pakai belajar mengaji pertama kali, dan ternyata benar, gambar itu berjudul Makharijul Huruf (dalam tulisan Bahasa Arab). Lucu saja mengingat cerita yang saya percaya dulu. Ternyata itu bukan gambar neraka-surga, tetapi penampang mulut manusia dari samping, hehehe.

Sabtu, 18 Januari 2014

EXPECTING RAIN

Untuk ERNISA PURBA


Sebelum kau melangkah pergi lebih jauh meninggalkan cerita-cerita sedih dan pilu yang kita bagi satu sama lain, izinkan saya menceritakan sesuatu padamu.

Hari ini kita janjian bertemu, di sebuah pantai, entah itu di kotamu, di kotaku atau bisa jadi di kota lainnya. Ranselku dipenuhi berbagai macam hal, kita berencana untuk piknik di sana. Tapi rencana tinggal rencana, mendung menyambut kita di sana.
Hujan deras, semua orang berlari untuk berteduh, kecuali kita. Entah mengapa rasanya ini lebih indah dari piknik. Entah hujan yang meresap ke dalam diri kita atau sebaliknya, sepertinya itu tak penting lagi.
Kita tetap berdiri, berpegangan tangan menghadap pantai. Rasa-rasanya tubuh ini mencair, kita menangis, tak penting lagi apakah itu tangis sedih atau senang. Kita dewasa, kita layak merayakan dan menghadapi itu semua. Tapi percayalah, dalam hatiku berdo’a, itu tangis bahagiamu.

*Anggaplah ini Pesta Bujang khayalan untukmu.