Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Februari 2016

29 Februari 2016

Pernah, saya punya hubungan yang tidak baik dengan seorang senior, di media sosial. Padahal kami punya hubungan darah lumayan dekat. Suatu hari, saya berinisiatif mendatanginya, hari kedua lebaran Idul Adha. Saya mengirimkan message via fb dan dia dengan heran membalasnya ‘’Ada perlu apakik mau ketemu?’’. Saya bilang, mau ketemu saja. Sempat takut sih dia ndak mau ketemu, tapi ternyata kemudian dia membalas message saya dengan memberi alamat kantornya.

Besoknya saya datang, tak lupa membawakannya sedikit makanan Idul Adha, Mak senang dengan inisiatif saya walau dia tidak tahu kalau kami sedang musuhan. “Baguslah, apalagi dia ndak sempat pulang kampung kasiyan, pasti dia senang ko bawakan  makanan”. Saya merasa beruntung bisa memanfaatkan momen ini.

Siang itu, saya masuk ke kantornya yang sejuk berAC. Dia di meja kerjanya, tersenyum. Saya mendekat dan dengan mata yang mulai berkacakaca dia mempersilakan saya duduk tepat di depan mejanya. Sambil menatap wajah saya, dia meremas tangan saya yang terlipat rapi di mejanya. Kulihat airmatanya jatuh pelanpelan, saya tersenyum dan berkata... ‘’Janganmakik menangis kak, yang berlalu jangammi diingat’’. Dia masih meremas tangan saya, saya bisa merasakan campur aduk perasaannya, antara senang bertemu dengan saya untuk pertama kalinya, dan sedih karena kami pernah punya hubungan yang tidak baik di dunia maya.

Saya kemudian meraih makanan yang saya bawakan untuknya, saya masih bisa melihat sisasisa air matanya. Tak ada perdebatan, tak ada caci maki lagi. Selanjutnya saya pulang dengan rasa lega luar biasa. Sesimpel itu minta maaf, dan saya tidak menyangka reaksi dia sangat baik terhadap saya. Setelahnya kami baik-baik saja, masih sering bertegur sapa sebagai keluarga. Salah satu kejadian yang tak bisa saya lupa.

Saat ini, saya kembali punya hubungan yang agak rumit dengan seorang teman. Saya sudah minta maaf, saya dimaafkan atau tidak, saya tak tahu. Satu hari saya habiskan untuk minta maaf kepadanya, besoknya saya pasrahkan saja, seperti yang saya katakan tadi, sesimpel itu minta maaf. Terserah dia memaafkan atau tidak.

Dia (katanya) membuat jarak dengan saya, yeah... Ada banyak spasi, dan dia berhasil. Dia diam, menyembunyikan semua akunnya, saya pun sudah lama tidak memegang nomor hpnya. Mungkin dia marahmarah di akunnya, atau bagaimana, saya tidak tahu. Walau saya maunya kita berdebat saja, kalau nantinya malah jadi musuhan itu soal belakang, tapi dia diam. Okelah, orangnya gak mau dikejar yah gak usah dikejar.

Orang-orang mengatakan kalau ‘’Tuhan saja selalu memaafkan hambaNya yang punya banyak dosa, kenapa kita ndak bisa memaafkan orang lain.’’ Tapi itu kan Tuhan, justru karena kita manusia biasa makanya kita tak bisa memaafkan orang lain dengan mudah. Memaafkan itu susah, jangan bandingbandingkan kekuatan Tuhan dengan manusia biasa. Karena saya pun sering demikian, mengucap maaf di bibir memang mudah, tapi hati akan was-was karena kita tak mungkin lupa akan kesalahan orang tersebut.

Intinya hanya mau bilang, kalau punya kesalahan ma orang lain, jangan terlalu seringlah minta maaf, nanti malah jadi annoying. Okeee, kita skip topik sok bijak ini, saya mau cerita kalau sudah sebulan ini saya pegang smartphone, barang yang bagi saya masih mewah. Apa perlu saya pajang pin BBM saya di sini... *pamer*. Hari-hari pertama saya bisa BBMan, teman-teman BBMan komplain, ‘’eh, jammoko terlalu sering ping ping kik, tassejam napingkik lagi’’, kubilang “sori, itu miscallji, masih norak bisa BBMan.’’

Handphone android ini bukan saya yang beli, tapi pemberian dari kakak laki-laki saya, salah seorang yang kukagumi di keluarga. HP bekas sih, tapi tak apalah. Hahaha... Kalau mau kubilang, dia aktif di gerakan kiri, pernah aktif di PRD, hal yang pernah membuat khawatir Mak akan keselamatannya, berbanding terbalik dengan adeknya yang anomali ini, ahahahaha.

Sebelum dia bekerja di sebuah yayasan luar negeri yang memberikan dana hibah untuk siswa SD tak mampu di sebuah kabupaten, pindahpindah lokasi kerja telah dilaluinya berkalikali, mulai LSM yang bergerak di Bidang Agraria, Pertanian, Perburuhan dan seterusnya. Ini tidak baik untuk pendidikan anak-anaknya. Maka dia dan istrinya akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan yang masih bisa berjuang untuk idealismenya tanpa perlu mengorbankan anak-anaknya.





Bidang pendidikan, sebuah bidang yang baru bagi dia. Tapi selain itu, selepas bekerja dia selalu menyempatkan bertemu dengan kelompok tani di lokasi tempatnya bekerja. Pernah dia memajang status, yang sama sekali tidak kumengerti. Tapi setelah melihat potonya, saya tanya ke dia, ternyata itu air sari bambu. Tadinya, kupikir itu adalah komoditas pangan, ternyata bukan, itu nutrisi buat tanaman, setelah di fermentasi tentunya.

Terkadang, banyak jokejokenya yang ringan yang saya tahu itu jokejoke warga desa yang dia temui. Yang bagi saya, benarbenar lucu, khas obrolan orang kampung, polos, natural, tidak butuh ilmu dan pengetahuan yang wah untuk bikin orang lain tertawa, hanya modal tulus saling membantu dan menghibur. Saya juga punya sepupusepupu yang lucu sebagaimana yang saya bilang tadi, karena sebenarnya saya orang kampung.

Ada di antara mereka yang tukang ojek, pernah nanya kayak gini ke kakak saya “Dimanakikjek kita kerja, Ndik? Kalau saya lima tahunma kerja di Dinas Perhubungan tapi belumpi diangkatangkatka kasi’ jadi PNS.’’, yah yang dia maksud kerjanya sebagai tukang ojek, hehehehe. Sepanjang obrolan saya, Mak, kakak, dan semua orang yang hadir di sana tertawatawa karena celotehannya. Saat dia pulang ke rumahnya, kami pun berdiri, berjabat tangan dengannya, dia kemudian berseloroh ‘’Salamakki twe sampe Tana Marajaaa* eee, jangan lupa celak sama air zamzamnya...’’. Kami melepasnya pulang di halaman, masih dengan tertawaan yang masih tersisa.

Salah satu hal yang membuat saya berat untuk menutup akun di facebook, bukan soal medianya, tapi soal siapasiapa yang ada di sana. Musim hujan beberapa tahun yang lalu, seorang sepupu memajang poto tanamannya yang subur dengan caption, ‘’Tinggal kenangan kasi’, tenggelam dalam banjir, ndak jadi kaya kita’’, lengkap dengan komenkomen di bawahnya, dari sanak saudara yang lain, gak kalah lucu juga untuk dibaca. Saya tidak melihat kesedihan mendalam di sana, tapi justru dia membuatnya jadi penghibur untuk dirinya sendiri. Bagi orang lain, para ahli atau siapalah, banjir ada karena ada sebab, danau kampung sebelah kadang jadi kambing hitam. Tapi bagi mereka, yang susahsusah menanam, banjir bukanlah musibah, banjir ada agar mereka bisa merelakan.

Pengen juga kembali ke kampung, kayak kakak saya yang menjadi bagian dari orangorang sederhana tadi, tapi nantilah kalau saya sudah bosan di kota. Huuuuuuuuuu....apaji!

*Mekkah









Jumat, 30 Januari 2015

PROYEK JANUARI



Terinspirasi dari wardrobe Makirum Brothers 3 ketika menyanyikan Happy Birthday Helen.

gambar copas dari link

Baju di atas gabungan kemeja (kotak-kotak) yang kubeli murah dikombinasikan kain rok yang sudah lama saya tak pakai. Kata orang di rumah, katanya jelek, kayak cakar (barang bekas), ''makalelleng'', aneh katanya, makalelleeng, itulah saya, kan kan kan? Sedang di bawah ini juga rok yang mungkin hanya saya pakai sekali saja, hiasannya bikin saya tidak PD untuk pakai sehari-hari, dipakai ke pesta mewahnya nanggung, tadinya mau kasih sebagai hadiah ke teman, tapi ah sudahlah..., saya saja yang pakai sendiri. Apalagi jahitannya belum rapi jadi gak perlu di close-up kan bagaimana berantakan detailnya... hahaha




Selasa, 11 November 2014

GALERI HAFIDZ, NADIM & SYAMIL

tumben akur
Setelah berapa lama saya terus-terusan dipaksa menggambar buat mereka, akhirnya mereka mau juga meggambar untuk mereka sendiri. Sebelum-sebelumnya mereka memang senang corat-coret. Jangan ditanya lagi, dinding di rumah sudah kayak galeri mereka, penuh dengan gambar random mereka. Saya memberi mereka buku, buku yang tak terpakai lagi, milik sepupunya yang sudah tamat SMA. Apalagi setelah ummi mereka membelikan pensil warna, tambah semangat mereka menggambar.

Suatu kali, saya ingin serius menggambar, tapi jika dihadiahi peralatan oleh seseorang. Khayalan tersebut tak kunjung nyata, daripada menunggu, maka saya putuskan saja menjadikan hal ini sebagai resolusi saya untuk tahun 2015 mendatang, sebisa mungkin menyisihkan uang buat membelikan mereka pensil warna.

Berikut gambar-gambar mereka, favoritku yang berjudul Gajah dan Jerapah.



awan berwajah

ayam

brontosaurus

bus

gajah

itik

jake si anjing

jerapah

kereta dari atas

kucing 1


kucing 2


laut

menulis

mewarnai

mobil 1

mobil 2

mobil 3

mobil 4

mobil 5

mobil 6

pemandangan 1

pemandangan 2

pemandangan 3

pemandangan 4

robot

rumah panggung 1

rumah panggung 2

Senin, 03 Juni 2013

masih MotoGP


Selamat buat Hohe, akhirnya kembali ke podium dan memeluk tropi posisi pertama di Sirkuit Mugello, ahad kemarin.

"I missed you!"


Bertambah lagi daftar "ketidaksukaan" penggemar MotoGP kepada si troublemaker, Alvaro Bautista, yang mengakibatkan Rossi terjungkal dan membuat tubuhnya menubruk pembatas sirkuit balapan. Malangnya, crash ini justru terjadi pada lap pertama, di mana garis start belum lama dilewati. Nasib tak baik juga menyapa Marquez kali ini, akhirnya absen naik podium (bahkan gagal finish) karena juga mengalami crash setelah beberapa menit kejar-kejaran dengan Pedrosa untuk mengamankan posisi dua. Banyak yang beranggapan kalau kecelakaan ini dikarenakan kecelakaan yang dialaminya pada latihan/uji coba (pole) sehari sebelumnya, cidera pada dagu dan lengannya.



Don't cry, Marc! :)

Menarik sekali mengikuti perkembangan anak muda yang satu ini, umur baru 20 tahun tapi sudah banyak memprediksi bahwa dia adalah legenda MotoGP berikutnya. Kalau biasanya, yang selalu digembar-gemborkan bintangnya MotoGP adalah mereka yang dicap "bad boy", Marquez berbeda, walau dikenal nekad, dia tipikal anak muda yang kalem, tidak meledak-ledak dan membuka diri untuk belajar sebanyak-banyaknya dari para seniornya.

Sepertinya, MotoGP lambat laun berubah "wajah", dari ajang yang dulu dikenal banyak gontok-gontokannya, setelah drama "senggol-senggolan" biasanya jika dua pembalap bersangkutan bertemu mata, mereka seperti saling mengiris satu sama lain via penglihatan, adu argumen satu sama lain di press-confrence. Kalau dulu perselisihan antar pembalap jadi daya tarik tersendiri. Sekarang? Bahkan MotoGP sengaja menciptakan banyak momen-momen yang justru mengakrabkan mereka, tim MotoGP official merangkumnya dalam sesi After the Flag (ATF).

naik podium untuk menyapa penggemar


Kembali mengenai Rossi, walau mengalami crash dan gagal finish, penggemar yang kebanyakan membawa atribut warna kuning "ValeYellow 46" berkumpul depan podium, terus meneriakkan nama Valentino Rossi. Ini "kandang"nya sendiri, wajar kok kalau Rossi akhirnya memutuskan untuk naik ke podium dan menyapa para penggemarnya. Berbagai macam argumen yang dilontarkan penggemar MotoGP mengenai performa Rossi kali ini.

Turtle Helmet, yang dia pakai pertama kali untuk Mugello, (banyak yang) menghubung-hubungkan dengan karirnya. Mengapa kura-kura? Bukannya kura-kura lambat? Gak matching yah. Tapi bukan Rossi namanya kalau nggak nyentrik. Kura-kura mewakili penggambaran dirinya selama 2013, dimana dia merasa sedikit "tersungkur" untuk bisa mengejar Pedrosa, Marquez, dan Lorenzo (yang tergambar dengan 4 orang berhelm, berlari dengan watna kostum berbeda). Selain itu, kura-kura memang salah satu hewan favoritnya, selengkapnya bisa dibaca di sini. Saya juga suka kura-kura, wajahnya seperti orang tua (lansia), konon kura-kura-kura adalah salah satu spesies yang paling tua di dunia, mungkin itu alasannya mukanya selalu kayak lansia, eheheh *sok tahu.


desainer Aldo Drudi


Sesi curhat.....
Btw, akhir-akhir ini semakin jarang tidur malam gara-gara mengandalkan paket midnight, dasar kere! Membuat saya semakin dicap perempuan malas, tidur siang semakin panjang. Di satu sisi, sebenarnya saya suka tidur. Tidur adalah kegiatan yang tak butuh biaya, beda dengan makan, nonton, boker :p. Jajajajaja... Alih-alih mau beralasan hemat, malah kemudian berfikir bukannya tidur lama malah bikin tidak produktif alias pemborosan waktu (?)