Sabtu, 08 Oktober 2016

EINSTEIN ala Unhas

Kemarin nonton Deepwater Horrizon di bioskop, clingak-clinguk kanan-kiri, liat seorang dosen yang kukenal, pas di sebrang, di samping kiri saya. Seorang teman pernah menyuruh saya memperhatikan muka beliau baik-baik ketika dia sedang menjelaskan di depan kelas.

Teman : wey, liatko baik-baik itu Pak Albert, mirip siapa cobak...
Saya : siapa di', ndak tahukak
Teman : miripki Albert Einstein, tooloo, kebetulan sama juga namanya...
Saya : iyya di, ini bapak juga cerdas dan bagus ingatannya...

Iya, bayangkan saja Albert Einstein dengan muka lebih gelap, dengan rambut ikal berwarna hitam. Dia pernah menjawab pertanyaan seorang teman di kelas, kalau referensi jawaban atas pertanyaan teman ini bukunya ada di perpustakaan pusat, rak bagian ini, deret keberapa, warna sampul bukunya, dan halaman berapa topik tersebut ada di dalam buku tersebut. Dia bahkan juga tahu siapa nama panglima perang yang dia bahas, waaaawh...

Memang beberapa kali pernah lihat beliau nunggu nyetop angkot/pete-pete di pinggir jalan depan mall-mall. Saya juga pernah beberapa kali melihatnya sedang duduk menunggu dalam bioskop, saya ingin menyapa, tapi tidak jadi, karena pernah suatu kali saya menyapanya di pinggir jalan dan sepertinya dia tidak mendengarnya, seorang wanita (mungkin putrinya) sedang berjalan mengikutinya berjarak sekitar lima meter tersenyum kepada saya.

Hanya saja, senang mengetahui bahwa dosen senior satu ini ternyata suka nonton film, jempol buat Bapak!


Jumat, 23 September 2016

The Lumineers - Cleopatra*

"jangan sampai telat ngantor"
"cepatcepatlah sarjana"
"segerakan menikah"
"kapan punya anak, tunggu apa lagi?"


*sepertinya hanya maut yang datang tepat waktu

Sabtu, 02 Juli 2016

2 Juli 2016

Ndak mudik, semakin hari tidak suka ngumpul, tidak suka ramai... Saya pernah nangis waktu kecil di halaman rumah Paman yang sedang hajatan rumah baru, saya kemudian diungsikan ke rumah tetangganya. Semua orang bertanya tentang itu...

Mat lebaran, buat kau yang tidak rindu pulang...

Selasa, 24 Mei 2016

24 Mei 2016

The Loster



Sebuah kota, mengelompokkan warganya ke dalam empat buah kelompok besar. Yang sedang berusaha mencari pasangan di tempatkan di hotel, yang sudah mendapatkan pasangan akan mendapatkan hadiah dari hotel, dan setelah melalui tahap itu mereka dibebaskan hidup di kota, tentu saja dengan pengawasan keamanan setempat, setiap orang dewasa harus punya pasangan. Yang memilih jalan hidup melajang, pemberontak, hidup terasing di dalam hutan.

Di saat kita jatuh cinta atau tertarik kepada seseorang, kita hanya melibatkan perasaan. Tapi di sebuah distopia, di film ini, bagaimana jika cinta itu sebuah aturan. Perempuan yang gampang mimisan mencari pasangan yang harus serasi dengannya, lelaki yang gampang mimisan juga. Kelompok yang tengah mencari pasangan, tiap hari harus berburu, membunuh para lajang yang berkeliaran di hutan agar pihak hotel memberi mereka tambahan waktu untuk tinggal di hotel karena jika waktunya habis, yang bersangkutan akan diubah menjadi hewan, carilah pasangan Anda dalam wujud makhluk lainnya...

Barangkali benar, cinta hanya tipu daya alam agar kita terus berkembangbiak.









Our Little Sister (Umimachi Diary) 




Sachi, Chika, dan Yoshino adalah kakak beradik yang tinggal di sebuah rumah kuno peninggalan mendiang kakek-nenek mereka. Ibu dan ayahnya telah menikah kembali dan meninggalkan mereka ketika yang paling bungsu masih kecil. Sampai suatu hari datang sebuah kabar bahwa ayah mereka meninggal.

Awalnya Sachi enggan untuk ikut dalam acara duka ayahnya, yang bertempat di rumah istrinya yang lain. Sachi masih punya perasaan benci kepada Ayahnya yang telah meninggalkan dia merawat dua adiknya, tapi kemudian dia menyusul dua adiknya yang menghadiri acara tersebut.

Ternyata ayahnya punya putri lagi, Suzu. Dengan berbesar hati, Sachi menawarkan Suzu untuk tinggal bersamanya dan dua saudaranya. Lahir dari ibu yang berbeda, mereka mencoba menemukan sesuatu yang bisa membuat hubungan mereka kuat sebagai saudara seayah.

Selasa, 26 April 2016

positif negatif

Orang orang negatif tidak semuanya mengambil pilihan terburuk
Orang orang positif tidak semuanya mudah bahagia dengan pilihan yang dipilih.