Minggu, 01 Februari 2015

DUA PULUH SEMBILAN

Mengapa mengekangnya dalam kebahagiaan yang kau tawarkan kepadanya? Seperti dirimu, dia juga ingin bahagia dengan cara yang diingininya. Jika caramu tak berhasil membuatnya bahagia, relakanlah. Tak usah dipaksakan lagi, biarkan dia membahagiakan dirinya dengan cara yang diinginkannya.

Jika kau terus-terusan memaksakan membahagiakannya dengan caramu maka dia akan kecewa, itu hanya akan membuatmu makin membenci dirimu, itu buruk. Kau bisa membenci dia yang pergi darimu, tetapi kau akan malah balik menyalahkan dirimu. Yah, kau bisa membenci semua orang, tapi orang yang paling kau benci justru dirimu sendiri.

Kau tidak bisa menghentikan itu-membenci-, daripada kau dan dia sama-sama tersiksa, maka relakanlah. Kau memang tak memenangkan apapun, tapi camkan satu hal bahwa dengan keputusanmu ini paling tidak ada satu pihak yang bahagia.

Jumat, 30 Januari 2015

PROYEK JANUARI



Terinspirasi dari wardrobe Makirum Brothers 3 ketika menyanyikan Happy Birthday Helen.

gambar copas dari link

Baju di atas gabungan kemeja (kotak-kotak) yang kubeli murah dikombinasikan kain rok yang sudah lama saya tak pakai. Kata orang di rumah, katanya jelek, kayak cakar (barang bekas), ''makalelleng'', aneh katanya, makalelleeng, itulah saya, kan kan kan? Sedang di bawah ini juga rok yang mungkin hanya saya pakai sekali saja, hiasannya bikin saya tidak PD untuk pakai sehari-hari, dipakai ke pesta mewahnya nanggung, tadinya mau kasih sebagai hadiah ke teman, tapi ah sudahlah..., saya saja yang pakai sendiri. Apalagi jahitannya belum rapi jadi gak perlu di close-up kan bagaimana berantakan detailnya... hahaha




Jumat, 23 Januari 2015

TOSAW - Single Perfect Raindrop

Kejebak suka ma Things of Stone and Wood karena ngedengar  Brothers3 menyanyikan Happy Birthday Helen, pengen dapat lagu-lagu mereka yang lain tapi susah didapat. Untuk sementara mentok sama lagu ini...

Rabu, 24 Desember 2014

MORRIS GLEITZMAN

Seorang teman memberi beberapa buku lucu karangan Morris Gleitzman, seorang penulis buku anak-anak dari Australia. Berikut review singkatnya.




BLABBER MOUTH / MULUT EMBER
Ro adalah seorang gadis cilik yang tak pernah mengatakan kata sepatahpun padahal bagi Ayahnya dia adalah anak paling bawel seAustralia. Ya, Ro bisu sejak lahir. Ro justru punya kepala yang ramai akan percakapan-percakapan imajinernya, dia bisa berbicara dengan mendiang ibu dan mendiang sahabatnya, dengan Ayahnya, bahkan dengan perutnya sendiri. Ro mengalami kesulitan bergaul di lingkungan barunya. Sekolah Luar Biasa, sekolah lamanya ditutup menjadikan mereka harus pindah ke tempat baru. Ro bisa mengatasi keterbatasan berkomunikasinya, itu bukan masalah besar. Masalah bagi Ro justru adalah orang dewasa yang hidup dengannya, yaitu Ayahnya sendiri, seorang lelaki penggila musik country yang selalu berkostum koboy, Ro selalu ingin sembunyi, malu, gara-gara keramahan Ayahnya yang mengganggu orang-orang yang baru dikenalnya.

Favorit : Ketika Ro harus menginap di rumah temannya karena Ayahnya hilang, dia diam-diam menangis sebelum tidur malam kemudian tidur dan dia merasa baikan sepaginya. ‘’Kurasa kalau orang-orang bisa lebih banyak menangis dan tidur, kebutuhan aspirin dan minuman keras di seluruh dunia bakal turun separonya.” 


STICKY BEAK / KAKAKTUA CEREWET
Ro menyelamatkan seekor kakaktua yang disiksa oleh pemiliknya, teman sekelasnya yang selalu bikin masalah, Darryn Peck. Dengan menyayangi hewan malang tersebut, Ro akhirnya tahu mengapa dia menumpahkan puding spesial di pesta perpisahan dengan gurunya, Ms Dunning yang sebentar lagi akan menjadi ibu, wanita yang sama, yang menyebabkan Ayahnya menghilang waktu itu. Sementara Ayahnya sibuk menyiapkan segala hal untuk anggota keluarga baru mereka nanti, Ro merasa agak diabaikan. Belum lahir saja, adiknya sudah menyita perhatian Ayahnya, apalagi kalau sudah lahir, apalagi kalau nanti ternyata adiknya normal, tak bisu seperti dirinya…

Favorit : Aku menjelaskan bahwa kalau kakaktua itu boleh tinggal bersama kami, aku akan memberinya makan, merawatnya, dan mengajarinya ke kamar mandi.
“Boleh ya, boleh ya, boleh ya, boleh ya, boleh ya,” pintaku sampai tanganku pegal.
   

BOY OVERBOARD / BOCAH LINTAS BATAS
Saya berterusterang, ingin menangis membaca novel ini. Bagaimana seorang anak bernama Jamal tidak kehilangan masa-masa bermainnya, kejenakaan khas anak-anak tak terenggut darinya, padahal dia hidup di Afganistan, sedang dalam keadaan konflik berkepanjangan. Jamal sangat menyukai sepakbola, begitupun dengan adik perempuannya, Bibi. Masalahnya, di negaranya perempuan punya ruang kreatifitas yang terbatas termasuk dalam olahraga ini. Sementara itu, sekolah ilegal yang didirikan orangtua mereka terendus pemerintah setempat, hidup mereka terancam. Mereka terpaksa meninggalkan negara tersebut, tanah kelahiran mereka walau lebih tepatnya mereka membayar, untuk diselundupkan ke negara lain, Australia.

Favorit : Jamal menyadari bahwa akhirnya dia adalah salah satu anak yang menjadi yatim-piatu di pengungsian. Walau bersama Bibi, dia tetap merasa sedih dan sendiri, tapi dia punya tekad punya masa depan cerah. Saya suka sekali kalimat yang menggambarkan optimisnya, “Aku punya rencana. Aku akan menangis dua jam sehari dan sisanya jadi penduduk Australia yang produktif dan ceria.



PUPPY FAT / GENDUT IMUT
Ditemani sahabat baiknya Tracy, Keith menyusup ke rumah mendiang Mr. Mellish. Keith ingin mengetahui apakah penyebab utama kematian tetangganya tersebut, yang hanya tinggal sendirian saja di rumahnya. Dia ingin membuktikan bahwa kesepian bisa berdampak seburuk itu, ketakutan yang menghampirinya selepas orang tuanya berpisah. Dia cemas hal serupa akan terjadi pula pada orang tuanya, namun yang menjadi hal yang lebih dikhawatirkannya adalah penampilan orang tuanya yang membosankan sehingga tidak ada yang tertarik untuk mengencani mereka, kalau tetap demikian maka mereka akan tetap kesepian. 

Favorit : ‘’Kau tahu apa yang selalu ingin kulakukan waktu liburan?” kata Bibi Bev.
“Pergi ke Nepal?’’ tebak Keith.
“Menghabiskan dua minggu dengan perut normal seperti perut ayahmu dan rambut nyaman seperti rambut ibumu,’’ kata Bibi Bev.



BELLY FLOP / ASAL LONCAT
Mitch punya malaikat pelindung bernama Doug. Masalahnya adalah hanya Mitch seorang yang percaya bahwa Doug benar-benar ada. Padahal keluarganya sedang dalam masalah, paceklik yang panjang ini membuat bank harus menyita banyak tanah tetangganya dan itu akan membuat tetangganya marah kepada Ayahnya yang bertugas di bank tersebu. Semua orang benci kepada keluarganya. Mitch berharap Doug tetap membantunya walau semua orang mencemoohnya dan menganggap malaikat itu hanya omong kosong belaka, karena Doug harus membantunya dengan mendatangkan air agar dia bisa jadi atlet loncat indah, dengan begitu keluarganya tidak akan dibenci lagi.

Favorit : Lihat Dad. Dia begitu tertekan hingga dasinya terjepit pintu lemari es. Sekarang Dad memelototi pintu lemari es seolah-olah bermaksud menulis laporan tentang benda itu.



SECOND CHILDHOOD / COBA LAGI
Untuk memperbaiki nilainya, Mark, Pino, Annie, Rufus diharuskan membuat surat seolah mereka seorang tokoh/orang terkenal. Bagaimana caranya mereka membuat dirinya tokoh terkenal jika menjadi orang terkenal di sekolah pun mereka tidak bisa. Dari sinilah muncullah ide untuk mencari siapakah mereka pada kehidupan mereka sebelumnya, reinkarnasi. Awalnya mereka bahagia, tapi mereka akhirnya menemukan bahwa tokoh-tokoh tersebut juga meruapakan penyebab malapetaka, seperti halnya Pino yang kecewa setelah tahu dirinyalah penemu prinsip fisika nuklir yang digunakan untuk membuat bom, si jenius Einstein. Anak-anak ini merasa sangat bersalah dan harus minta maaf dengan apa yang telah mereka lakukan pada kehidupan mereka yang sebelumnya.

Favorit : Pada buku yang dibeli Mark dari peramal mengatakan bahwa alat yang digunakan untuk hipnotis diri-sendiri adalah sendok.
Buku Smalley bilang gunakan sendok, namun kenapa bukan garpu atau pisau? Itulah masalahnya dengan orang-orang yang menulis buku, pikir Rufus, mereka merasa tahu segalanya. 




Trims to Melao Kamisama :)

Selasa, 23 Desember 2014

PK (2014)



 




“Untuk berbohong dibutuhkan bahasa”, begitu alien ini mengatakan kepada Jaggu (Anushka Sharma) bahwa di planetnya tak ada komunikasi, yang ada hanya membaca pikiran satu sama lain. Mungkin ada yang menganggap ini film kental akan sci-fi? Salah besar.

Aamir Khan mengenakan baju yang kekecilan untuk badannya yang berotot, mondar-mandir sana-sini untuk mencari gadget pengendali kapal luar angkasanya yang dicuri, hanya itu nuansa ilmiah yang ada di film ini. Selebihnya kritik tentang bagaimana ketaatan buta beragama.

Film ini banyak mengulas tentang keberadaan Tuhan, tanpa perlu khawatir mengerutkan kening karena disajikan dengan kocak ala komedi Bollywood. Yang aneh di film ini justru judulnya, mengapa bukan “Wrong Number” atau kalimat apalah yang sering disebutkan dalam dialog film.

Selain itu, seharusnya identitas si alien dibuka di pertengahan film saja, tapi kayaknya kalau demikian malah akan jadi seperti film Hollywood yang hobi main tebak-tebakan dengan penontonnya. Satu hal yang perlu digarisbawahi, film ini ternyata menghindari happy ending, dan itu tidak membuat penonton kecewa sama sekali.

.Ujung film, si alien baru diutus untuk mempelajari manusia. Ranbir Kapoor kelihatan bloon di sini, semakin yakin, aktor muda ini akan jadi next King Bollywood nantinya. Di film Barfi! ---yang so sweet itu, dia memerankan sosok kocak, tulus, dan agak sedikit usil, jauh lebih tampan daripada penampakannya di Film PK, ahahahah…

Akankah ini semacam pertanda film PK akan berlanjut, menjadi sekuel?