adalah Abang yang kukejar sampai pinggir jalan, yang kuberikan beberapa buah permen kepadanya sebelum dia menaiki bis yang akan mengantarnya ke kota untuk menuntut ilmu. Uang jajanku hanya cukup membeli permen, sebagai imbalan karena Abang telah menghadiahiku gelang, gelang pertama yang pernah kumiliki sebelum masuk Taman Kanak-Kanak, sampai sekarang dia masih sering membelikan gelang jika dia mengunjungi kota-kota lainnya menghadiri pelatihan ini pelatihan itu... adalah Abang yang kalau jalan agak pincang, remajanya hampir cacat karena jatuh dari pohon, mungkin bentuk frustasinya akan tingginya ekspektasi orang-orang dewasa di sekitarnya, itu hanya dugaanku karena saya belum lahir... adalah Abang yang tiap hari mendidik telingaku dengan puluhan koleksi lagu Iwan Fals yang mengalun dari radio tapenya... adalah Abang yang membuat Mak menangis ketika mendengar kabar anaknya diamankan oleh polisi karena orasi di jalan... adalah Abang yang membuatku penasaran akan novel Bumi Manusia karena bikin penulisnya sendiri dipenjara... adalah Abang yang membuat kagum seorang wanita seperjuangannya, wanita yang mencintainya dan memilihnya sebagai suami... adalah Abang yang merelakan istrinya bekerja dan berkarir karena dia sadar istrinya dibutuhkan oleh masyarakat, tak peduli pandangan negatif dari kerabat tentang keputusannya tersebut... adalah Abang yang lebih sering baca buku bersama istrinya daripada merayu atau menggodanya... adalah Abang yang menangis ketika putrinya harus diopname karena sakit... adalah Abang yang mempersiapkan putrinya menghadapi lingkungan patrilineal yang kejam... adalah Abang yang selalu cerita tentang cerpen dan komik bikinan putrinya... adalah Abang yang kalau bikin kopi, pahitnya setengah mati karena takarannya setengah gelas... masih banyak lagi, tak bisa menjabarkannya satu-satu, terima kasih untuk semua it.
Jumat, 09 Februari 2018
Senin, 05 Februari 2018
Senin, 18 Desember 2017
Jika
saya 'duluan' dan masih menyukainya, tidakkah dia merasa dihantui. kelewat banyak mikirin dia aku ini kayaknya padahal dia ndak pernah duluan nyapa atau keliatan excited. masih hidup saja dicuekin apalagi kalau sudah m*ti.
tapi saya heran, dia begitu menyukai kisah lelaki yang diabaikan oleh perempuan yang dicintainya, sebutlah novel Noorwegian Wood. dasar laki-laki muram, novelis favoritnya saja namanya HARUKI MURAmKAMI. tapi yasudahlah, mungkin juga pernah dia tersakiti, ditolak, diabaikan.
dan jika saja beberapa tahun lalu tidak menanyakan kepada seorang teman tentang novel Little Prince... dan interaksi itu tidak ada.... hahahaha
kita lihat, siapa yang lebih duluan akan memenangkan jasmani ini, seorang lelaki, diakah atau orang lain, atau si SM (inisialnya jelasjelas FDj kok diganti jadi SM) yang akan mengakhirinya saja, sudah terlanjur sakit akoooh hahahah
*SM : saya pernah nembak cowo dan dia bilang sudah punya pacar inisialnya SM, padahal inisial sebenarnya FDj, beberapa bulan kemudian, cowo ini meninggal dan saya jadi berasa horor sendiri, SM itu apa, s*ng m*ut?
dan jika saja beberapa tahun lalu tidak menanyakan kepada seorang teman tentang novel Little Prince... dan interaksi itu tidak ada.... hahahaha
kita lihat, siapa yang lebih duluan akan memenangkan jasmani ini, seorang lelaki, diakah atau orang lain, atau si SM (inisialnya jelasjelas FDj kok diganti jadi SM) yang akan mengakhirinya saja, sudah terlanjur sakit akoooh hahahah
*SM : saya pernah nembak cowo dan dia bilang sudah punya pacar inisialnya SM, padahal inisial sebenarnya FDj, beberapa bulan kemudian, cowo ini meninggal dan saya jadi berasa horor sendiri, SM itu apa, s*ng m*ut?
Kamis, 14 Desember 2017
HGM
Sejak didiagnosis gagal ginjal, saya berusaha mencari artikel tentang orang senasib, yang sudah lebih dulu menjalani hemodialisis. Walau belum hemodialisis, saya merasa harus banyak belajar menghadapi ini. Saya mendapat sebuah nama, mbak Ary Krisnawati, seorang penyandang GGK 20 tahun lebih, salah satu pemrakarsa forum Hidup Ginjal Muda (HGM). Mbak Ary yang baik langsung mengundang saya masuk ke group. Di sana saya bisa melihat puluhan anggota silih berganti mengepost curhatan sedih dan tawa mereka atau sekedar mengeluh soal dada yang sesak atau hb yang turun.
Baca komen-komen di sana gak jauh beda dengan belajar kimia lagi. Berbagai macam "jat" dibahas, kalium, kreatinin dan seterusnya. Saya kagum terhadap mereka yang tetap ceria, yang mengandaikan hemodialisis sebagai "balapan", menggantinya dengan istilah laundry. Ada yang minta saran kalau dia mau ganti terapi dengan CAPD (terapi GGK yang bisa dilakukan di rumah), mbak Ary komen nanti katanya gak bisa godain perawat lagi. Semoga mereka semua diberi kemudahan menghadapinya, amin!
Rabu, 06 Desember 2017
5 desember 2017
Kau yang capek dan lelah menyesuaikan hidup dengan hidup tapi hanya "makan garam" "minum air sepuasnya" "makan buah-buahan semaunya" yang diambil darimu...
Dan kau kembali jadi bahan bisik-bisikan antara ibumu sendiri dengan saudara perempuanmu di pulau lain lewat telpon.
Langganan:
Komentar (Atom)